Tak Terima Dikait-kaitkan dengan Covid-19, Warga Leuwigoong “Ontrog” Puskesmas

Cuplikan video amarah warga yang mendatangi Puskesmas Leuwigoong dan beredar di aplikasi WhatsApp./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Aksi sejumlah warga yang nekat “ngontrog” (mendatangi) Puskesmas Leuwigoong Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan mencaci maki petugas puskesmas, viral di media sosial. Dalam beberapa hari terakhir pun, hal itu menjadi perbincangan hangat warga di Garut.

Dalam video yang beredar luas melalui aplikasi WhatsApp itu terlihat puluhan warga yang menggeruduk Puskesmas Leuwigoong. Setibanya di dalam, mereka tanpa basa-basi langsung mencaci maki petugas.

Informasi yang beredar, mereka tak terima karena oleh pihak puskesmas dikait-kaitkan dengan masalah Covid-19. Mereka dikategorikan sebagai OTG (orang tanpa gejala) Covid-19 dan harus diawasi sehingga mereka akhirnya melakukan aksi protes keras.

Dalam video berdurasi 36 detik itu juga, terlihat sejumah warga berusaha menenangkan warga yang emosional. Bahkan, sempat ada warga yang terpaksa harus mendorong tubuh rekannya yang lain. Tak hanya itu, seorang warga terlihat sangat emosional dan berusaha merangsek mendekati petugas puskesmas.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman membenarkan bahwa peristiwa yang videonya beredar di WhatsApp itu memang terjadi di Garut, tepatnya di Puskesmas Leuwigoong. Informasi yang diterimanya meyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/6) malam lalu.

“Saya telah mendapatkan informasi itu terjadi di Puskesmas Leuwigoong. Mereka tak terima dikaitkan dengan kasus Covid-19 dan mereka datang ke puskesmas untuk melakukan protes,” ujar Helmi, Senin (22/6).

Dikatakannya, peristiwa itu merupakan buntut dari adanya pasien positif Covid-19 yang merupakan warga Leuwigoong, yakni seorang pria berusia 37 tahun. Dia merupakan pasien positif yang ke 26 di Garut sehingga kemudian disebut KC-26.

Orang tersebut tutur Helmi, dinyatakan positif Covid-19 pada Jumat (19/6) dan hari itu juga petugas langsung melakukan tracing, trakcing untuk dapat mengetahui siapa saja yang sempat terlibat kontak erat dengan KC-26.

“Ternyata dari hasil tracing dan tracking yang dilakukan petugas, diketahui ada puluhan warga yang sempat menjalin kontak erat dengan KC-26. Sesuai ketentuan, akhirnya petugas pun menetapkan jika mereka harus mendapatkan pengawasan,” katanya.

Tak terima karena dikaitkan dengan kasus Covid-19, tambah Helmi, mereka pun kemudian melakukan aksi protes dengan mendatangi langsung Puskesmas Leuwigoong pada Jumat malam.

Beruntung, tidak sampai terjadi hal yang tak diharapkan karena setelah ditenangkan oleh sejumlah aparat Polri dan TNI, warga pun kemudian membubarkan diri. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Khasiat Basmalah sebagai Kunci Keberkahan Menurut Aa Gym

Sen Jun 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kalimat basmalah yakni “bismillahirrahmanirrahim​”, bermakna “dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Kalimat tersebut rupanya memiliki banyak sekali keutamaan ketika dilafalkan. Dalam Islam, bahkan sangat dianjurkan untuk melafalkan kalimat mulia tersebut setiap hendak melakukan aktivitas apa pun. Karenanya, dengan membaca basmallah niscaya Allah akan […]