Temuan Mensos

Editor :


Silahkan bagikan

Oleh Djamu Kertabudi

MASALAH klasik selalu menghantui terhambatnya berbagai program pemerintah, yaitu “database” yang tingkat akurasinya selalu dipertanyakan. Yang lebih krusial dan memprihatinkan saat ini adalah keterpurukan ekonomi rakyat sebagai dampak wabah Covid-19 ini yang memerlukan akselerasi uluran tangan pemerintah.

Karena sudah berbicara urusan perut. Salah satu program pemulihan ekonomi rakyat ini melalui kartu dana bansos bagi KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sebagai alat untuk mencairkan dana bansos melalui lembaga penyalur yaitu BNI dan PT. Pos.

Reaksi publik khususnya netizen demikian gaduh, saat Mensos melakukan sidak ke Kab. Bandung. Dengan karakter khasnya meledak-ledak, beliau marah menemukan ribuan kartu dana bansos yang belum disalurkan kepada yang berhak. Sementara dana bansos yang tersimpan di BNI dan PT. Pos sudah tersedia cukup lama.

Satu hal yang patut digaris bawahi, bahwa kasus yang terjadi di Kab. Bandung ini dapat dikatakan sebagai sampel dari populasi seluruh daerah di Indonesia ini. Artinya semua dipastikan menghadapi persoalan yang sama. Yaitu tentang tingkat akurasi data penerima manfaat secara “by name by adress“. Data kependudukan tidak statis tapi bersifat dinamis. Sehingga penjelasan dari Pemda Kab. Bandung mengakui ada ribuan kartu bansos yang belum disalurkan kepada yang berhak, mengingat setelah ditelusuri ternyata ada yang sudah meninggal, migrasi penduduk terutama pindah alamat yang tidak melalui prosedur semestinya dan yang lainnya. Sehingga akan dilakukan terlebih dahulu validitas data untuk memperoleh data baru yang lebih akurat.

Pertanyaannya, sampai kapan hal itu bisa secepatnya diselesaikan. Sementara persoalan perut tidak bisa menunggu lama. Apakah ribuan kartu yang belum tersalurkan itu semuanya bermasalah ?. Ataukah termasuk yang tidak ada masalah ?. Semoga saja kartu yang belum disalurkan itu hanya yang bermasalahnya saja. Akhirnya kinerja birokrasi Pemda Kab. Bandung yang berbasis integritas menjadi taruhannya.

Baca Juga :  PemDes Cinunuk Gelar Pelatihan Komputer

Lakukan yang terbaik, cepat dan tepat, adik-adiku. Wallohu A’lam. Wassalam. 

(Penulis, pemerhati masalah politik dan pemerintahan)

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Vaksinasi bagi Mitra Binaan BNPT Terkendala Penolakan Mantan Napiter

Ming Agu 29 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pelaksanaan vaksinasi terhadap warga mantan narapidana terorisme (napiter) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, terkendala penolakan para mantan napiter dengan berbagai alasan. Akibatnya, sampai saat ini jumlah warga mantan napiter yang terjangkau vaksinasi masih sangat minim, jauh dari target yang dicanangkan […]