Terkait ‘New Normal’ Kadisdik Kab. Bandung Keluarkan Surat Edaran

Kadisdik Kabupaten Bandung, Dr. Juhana, M.M. Pd./visi.news/ki agus nf
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS  – Memasuki era ‘New Normal’ berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, Dr. H. Juhana, M.M.Pd., telah mengeluarkan kebijakan bagi peserta didik dan pendidik di wilayah Kabupaten Bandung.

Kebijakan yang dikeluarkan Juhana, menyebutkan pentingnya prioritas kesehatan peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan agar menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di Kabupaten Bandung. Surat edaran itu juga menyebutkan diperpanjangnya kegiatan belajar di rumah hingga tanggal 13 Juli 2020.

Dia meminta kepada semua pihak di lingkunan dunia pendidikan bisa lebih memperhatikan protokol kesehatan. Sementara bagi pendidik yang mempunyai riwayat penyakit saluran pernapasan atau penyakit berat lainnya yang diindiksikan rawan dalam keeehatan, dianjurkan untuk mengajar di rumah saja.

Dia menambahkan, kepada pihak sekolah atau pendidik untuk membuat informasi seputaran penyebaran dan penanggulangan covid-19, baik itu berupa himbauan, poster, spanduk, atau hal lainnya yang berkaitan dengan virus corona.

“Di hari pertama msuk sekolah, baik kelas, peserta didik, pendidik, dan sarana lainnya harus disterilkan terlebih dahulu. Salah satunya dengan dilakukan pengecekan suhu dan ketersediaan hand sanitzer bagi semuanya,” katanya di kantor Disdik, di Soreang, Jum’at (29/5/2020).

Cara pembagian rapor

Juhana menghimbau kepada semua pendidik di sekolah untuk tidak melakukan pembagian rapor secara langsung yang mengakibatkan terjadinya kerumunan orang. Kalau pun ada keterpaksaan harus diberikan secara langsung, lebih baik orang tua/wali siswa yang mengambilnya, dengan catatan agar memakai Alat Perlindungan Diri (APD).

“Itu berlaku untuk semua jenjang, baik itu pendidikan formal atau informal. Ini akan dilaksanakan pembagiannya dalam bentuk fortopolio di tanggal 19-20 Juni 2020 nanti,” ujarnya.

Mengenai tanggal mulai masuk sekolah siswa, lanjutnya, saat ini tengah menunggu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan keputusan dari Satuan Gugus Tugas tentang kapan akan dilaksanakannya pembelajaran di sekolah.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar, H. Yanto Setianto, mengharapkan adanya pengawasan dan pengendalian dalam penerapana zona distancing. Karena sudah menjadi kebiasaan siswa di sekolah selalu berkerumun. Termasuk orang tua siswa yang mengantarnya.

Yanto mengharapkan permasalahan itu bisa dijadikan sebagai titik perhatian pemerintah agar penerapan zona distancing di sekolah bisa dilaksanakan dengan baik. @qia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Kota Bogor, Atlet Pelatnas Bulutangkis Diungsikan

Jum Mei 29 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Hujan es disertai angin kencang menerjang sebagian wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5). Dampak yang ditimbulkan dari fenomena alam ini, sejumlah atap rumah warga rusak. Tak hanya itu, dinding sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ambruk dan sedikitnya lima pohon tumbang, tiga unit kendaraan roda dua […]