Tetap Perhatikan Prokes, Kemenag Imbau Umat Islam Salat Gerhana

Editor :
Cahaya bulan purnama terlihat redup saat memasuki fase Gerhana Bulan Penumbra di langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (11/1/2020) dini hari./via ihram.co.id/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Berdasarkan data astronomi, pada Rabu (26/5/2021) besok akan terjadi gerhana bulan total atau khusufulqamar. Gerhana diperkirakan akan berlangsung sejak pukul 18:09 sampai 20:51 WIB.

Sehubungan itu, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam agar melakukan salat sunah gerhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Kami mengimbau kaum muslim agar melakukan salat gerhana,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin melalui pesan tertulis seperti dilansir Republika, Senin (24/5/2021).

Menurut Kamaruddin, sesuai tuntunan Nabi Muhammad saw., umat Islam dianjurkan melakukan salat gerhana walaupun dalam posisi gerhana bulan sebagian.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istigfar, taubat, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya.

“Mempertimbangkan waktu terbit bulan di setiap daerah, maka salat gerhana bisa dilakukan pada rentang setelah salat magrib sampai selesai gerhana sesuai dengan waktu daerah masing-masing,” ujarnya.

Dirjen Bimas Islam juga mengingatkan, karena masih pandemi Covid-19, salat gerhana diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan disiplin 5M. Yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

Tuntunan Islam saat terjadi Gerhana

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟﻮَﻟِﻴْﺪ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺯَﺍﺋِﺪَﺓُ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ
ﺯِﻳَﺎﺩُ ﺑْﻦُ ﻋِﻠَﺎﻗَﺔِ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺍﻟْﻤُﻐِﻴْﺮَﺓُ ﺑْﻦِ ﺷُﻌْﺒَﺔِ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺍِﻧْﻜَﺴَﻔَﺖْ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻳَﻮْﻡَ ﻣَﺎﺕَ ﺍِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍِﻧْﻜَﺴَﻔَﺖْ ﻟِﻤَﻮْﺕِ ﺍِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَﺃَﻳَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦْ ﺃَﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻻَ ﻳَﻨْﻜَﺴِﻔَﺎﻥِ ﻟِﻤَﻮْﺕِ ﺃَﺣَﺪٍ ﻭَﻟَﺎ ﻟِﺤَﻴَﺎﺗِﻪِ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻤُﻮﺍﻫُﻤَﺎ ﻓَﺎﺩْﻋُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺻَﻠّﻮﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻨْﺠَﻠِﻲَ
“Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata, “Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata, telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim.”
Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan salat hingga (matahari) kembali tampak.” (HR Al-Bukhari) @fen

Baca Juga :  Camat Kutawaringin Tutup Wilayah Zona Merah di Dua Desa

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bandung Selatan Diguyur Hujan Semalam, Baleendah dan Dayeuhkolot Kembali Banjir

Sel Mei 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pagi ini, ruas jalan di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, digenangi air sampai di atas lutut orang dewasa setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Selatan, Senin (24/5/2021) malam. Banjir di kawasan Baleendah sampai Selasa (25/5/2021) pagi ini masih menggenangi taman kota sampai ke Jembatan Sungai […]