VISI.NEWS – Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus fokus pada penanganan dan pengelolaan sampah rumah tangga, selain pencegahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah cair pabrik tekstil. Selain itu, fokus pada penanggulangan lahan kritis melalui gerakan penghijauan dan penyediaan berbagai jenis bibit pohon.
Upaya penanganan kerusakan daerah aliran Sungai Citarum yang salah satunya disebabkan oleh sampah, Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Subpos Desa Sukamaju bersama pemuda karang taruna dan warga setempat gotong royong membangun tungku pembakaran sampah di RW 03 Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya.
Pembangunan tungku pembakaran sampah dengan ukuran panjang dan lebar 2 meter, serta tinggi 2 meter itu tidak jauh dari bantaran Sungai Citarum. Pembangunan tungku pembakaran sampah itu untuk mencegah warga tak buang sampah sembarangan ke sungai.
“Tungku pembakaran sampah itu sudah bisa digunakan dan dioperasionalkan oleh warga setempat. Pengelolaannya pun melibatkan pemuda karang taruna,” kata Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Subpos Desa Sukamaju Sertu Muhidin kepada wartawan VISI.NEWS di Pos Majalaya, Kamis (18/6).
Sertu Muhidin mengatakan, tungku pembakaran sampah itu dimanfaatkan oleh warga yang tersebar di 3 RW di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya yakni RW 02, 03, dan RW 04.
“Sampah rumah tangga yang dihasilkan di 3 RW itu dikelola di satu tungku pembakaran sampah tersebut. Selain dilakukan pemilahan sampah di sekitar tungku tersebut. Artinya tidak semua sampah dibakar, melainkan ada pemilahan. Sampah bekas botol mineral maupun kertas kardus dikumpulkan oleh pihak pengelola untuk dijual karena memiliki nilai ekonomis,” papar Sertu Muhidin.
Ia mengatakan, pembangunan tungku pembakaran sampah secara swadaya itu merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Ini sebagai upaya pencegahan terhadap warga tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Dengan adanya tempat pengolahan sampah ini, warga akan lebih bijak dalam memperlakukan sampah rumah tangga. Lebih bagus lagi jika warga memiliki ide kreatif untuk mengelola sampah di rumahnya masing-masing, sebelum dikelola dan dibakar di tungku pembakaran sampah,” pungkasnya. @bud