UEA Kumpulkan Para Pemimpin Dunia di Ranah Kebijakan, Bisnis, dan Perindustrian untuk Mengambil Aksi Iklim

123 / 5,000 Translation results UEA mengumpulkan para pemimpin dunia dari kebijakan, bisnis, dan industri untuk mengambil tindakan iklim dan mempercepat pembangunan berkelanjutan. /visi.news/ist
Silahkan bagikan
  • Pekan Berkelanjutan Abu Dhabi (Abu Dhabi Sustainability Week/ADSW) akan menjamu para kepala negara, lebih dari 500 pembicara global, 150 menteri pemerintahan, 1.000 bisnis internasional, dan 3.000 peserta didik.
  • UEA bertujuan mengakselerasi jalan menuju nol bersih dengan memobilisasi keuangan, inovasi, dan kemitraan.

VISI.NEWS | ABU DHABI, UEA – Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi (ADSW) tahun 2022 akan diselenggarakan pada tanggal 15–19 Januari, serta akan mengumpulkan para kepala negara, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis internasional, seiring usaha Uni Emirat Arab memajukan agenda keberlanjutan global serta mengakselerasi jalan menuju nol bersih.

Dengan Masdar sebagai tuan rumah, ADSW 2022 akan menjadi ajang keberlanjutan utama yang pertama setelah konferensi perubahan iklim COP26, serta akan bertindak sebagai katalis global bagi COP27, yang akan diselenggarakan di Mesir pada tahun 2022, dan COP28, yang akan diselenggarakan oleh UEA pada tahun 2023. Diadakan setiap tahun sejak 2008, ADSW telah menjadi salah satu platform berkelanjutan terbaru di dunia, dengan lebih dari 45.000 orang dari 175 negara ikut serta dalam ADSW 2020.

Yang Mulia Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Perindustrian dan Teknologi Lanjutan UEA, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim, dan Pimpinan Masdar, mengatakan: “Beberapa tahun ke depan akan sangat penting saat kita bekerja bersama di ranah kebijakan, bisnis, dan perindustrian guna mengakselerasi aksi iklim progresif yang akan memberikan peluang ekonomi serta kesejahteraan bagi generasi saat ini dan mendatang.

“UEA memiliki visi jangka panjang yang dibangun berlandaskan rekam jejak lama kami dalam menghadirkan inovasi solusi iklim di seluruh spektrum energi. Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi terus menawarkan platform yang ideal untuk mempromosikan, menyebarkan, dan menskalakan solusi iklim ini di seluruh dunia. Selaras dengan ‘Prinsip 50’ UEA, hal ini akan menyediakan peluang bagi kolaborasi global, berbagi pengetahuan, investasi, dan pemajuan inovasi teknologi baru yang akan memajukan agenda keberlanjutan global serta mengubah rencana menjadi tindakan.”

Baca Juga :  Obar Sobarna: Butuh Pemimpin Siap Kerja, Bukan Baru Belajar

Selain kepala negara, para pemimpin yang telah terkonfirmasi akan hadir di ADSW meliputi Yang Mulia Tn. António Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa; Nn. Damilola Ogunbiyi, Perwakilan Khusus Sekretaris-Jenderal PBB untuk Energi Berkelanjutan bagi Semua, Chief Executive Officer Energi Berkelanjutan bagi Semua (SEforAll); John Kerry, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Iklim; Yang Mulia Sameh Shoukry, Menteri Luar Negeri, Calon Presiden COP27; Yang Mulia Alok Sharma MP, Presiden COP26; Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal, Organisasi Kesehatan Dunia; Francesco La Camera, Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional; Ferid Belhaj, Wakil Presiden Grup Bank Dunia; Yang Mulia Ban Ki-moon, Presiden Majelis dan Pimpinan Dewan Lembaga Pertumbuhan Hijau Global (Global Green Growth Institute), Sekretaris Jenderal Ke-8 Perserikatan Bangsa-Bangsa; Rishi Kapoor, Co-Chief Executive Officer (Rekan Direktur Eksekutif), Investcorp; dan Karen Wong, Pimpinan Global ESG dan Investasi Berkelanjutan, State Street Global Advisors, salah satu pengelola aset terbesar di dunia yang mengelola USD 3,90 triliun.

Dalam komentarnya sebelum hadir di ADSW, Yang Mulia Halimah Yacob, Presiden Republik Singapura, mengatakan, “Untuk menghadirkan masa depan yang berkelanjutan bagi planet kita, dibutuhkan aksi kolektif dari semua pemangku kepentingan. Sekalipun saat ini sedang mengatasi pandemi, kita tidak boleh lengah dengan tantangan global lainnya yang sama-sama mendesak. Pemerintah, kalangan bisnis, para peneliti, masyarakat, dan perorangan semuanya memiliki peran dalam mengatasi tantangan perubahan iklim.

“ADSW memberi kita kesempatan yang tepat waktu untuk bertukar pandangan mengenai tanggapan kolektif kita, dan langkah-langkah mendesak yang dibutuhkan. Saya berterima kasih kepada Yang Mulia Syekh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, karena mengundang saya untuk menyampaikan beberapa patah kata di KTT ini.”

Baca Juga :  Pemkab Sidoarjo Pilih Pelajar Sekolah Jadi Duta GenRe

Penyelenggaraan ADSW merupakan komponen pokok dalam pengambilan posisi UEA sebagai pemimpin regional dan global dalam keberlanjutan serta aksi iklim. Pada bulan Oktober lalu, UEA mengumumkan Inisiatif Strategis Nol Bersih pada tahun 2050, sebuah dorongan nasional untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, yang merupakan inisiatif pertama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. UEA juga merupakan negara Arab pertama yang menetapkan target energi bersih secara sukarela, dan negara Teluk pertama yang menandatangani Perjanjian Paris.

Untuk menunjukkan lebih lanjut peran utama UEA dalam mendorong aksi perubahan iklim, di dalam negeri, di kawasan, dan di seluruh dunia, Upacara Pembukaan ADSW dan Upacara Penganugerahan Penghargaan Keberlanjutan Zayed akan berlangsung di Ekspo 2020 Dubai pada hari Senin 17 Januari yang bertepatan dengan Pekan Sasaran Global. Seluruh ajang ADSW lainnya akan diadakan di Abu Dhabi atau secara virtual.

Sejak awal, ADSW telah mencerminkan perubahan lanskap keberlanjutan global, memperluas ruang lingkupnya dari energi terbarukan dan air, hingga mencakup tren dan topik global baru seperti kecerdasan buatan, antariksa, serta mobilitas. Jumlah ajang ADSW juga telah diperluas dari waktu ke waktu, dengan penambahan Majelis IRENA pada tahun 2010, Forum Perempuan dalam Keberlanjutan, Lingkungan, dan Energi Terbarukan (Women in Sustainability, Environment and Renewable Energy/WiSER) pada tahun 2015, Forum Energi Global Dewan Atlantik pada tahun 2017, Forum Keuangan Berkelanjutan Abu Dhabi 2019, serta KTT ADSW virtual pada tahun 2021.

KTT ADSW, yang berlangsung secara virtual pada tanggal 17 Januari, akan menyatukan para pemimpin global untuk terlibat dalam dialog dan menguraikan aksi-aksi guna mencapai masa depan nol bersih. Penyampaian komitmen nol bersih global dan perjalanan menuju konferensi perubahan iklim COP28 akan menjadi topik diskusi utama di KTT ADSW.

Baca Juga :  Laga Akan Melelahkan, Persib Siapkan Opsi Susunan Pemain Inti

Pameran dan forum KTT Energi Masa Depan Dunia, yang berlangsung di Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi (Abu Dhabi National Exhibition Centre/ADNEC) selama ADSW pada tanggal 17–19 Januari, akan menampilkan para ekshibitor dari hampir 1.000 perusahaan internasional, yang mendukung transisi energi global. Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta pameran akan memamerkan inovasi-inovasi terbarunya untuk energi bersih, air, kota cerdas, dan limbah lingkungan. Paviliun negara yang berpartisipasi pada KTT Energi Masa Depan Dunia meliputi Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Austria, Swiss, dan Nigeria.

Tanggal-tanggal utama ADSW meliputi: 15–16 Januari – Majelis IRENA, 17 Januari – Upacara Pembukaan dan Upacara Penganugerahan Penghargaan Zayed, KTT ADSW, 17–19 Januari – KTT Energi Masa Depan Dunia, Inovasi, Pusat Kegiatan Pemuda untuk Keberlanjutan (Youth 4 Sustainability Hub), 18–19 Januari Forum Dewan Atlantik 18 Januari – Forum WiSER, 19 Januari, Forum Keuangan Berkelanjutan Abu Dhabi.

Keberhasilan penyelenggaraan ADSW 2022 hanya dapat dicapai dengan dukungan terus-menerus dari para sponsor dan mitra global kami; Departemen Energi Abu Dhabi; Aramex, Bee’ah, Crédit Agricole, Emirates Nuclear Energy Corporation; Engie, Etihad Airways, General Electric, InvestCorp, McKinsey & Company, Mubadala Investment Company, Pepsico, Power China; Tabreed, dan Badan Antariksa UEA.@nia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Repelita ke-14, Perjalanan Tiongkok Menuju Kesejahteraan Umum

Rab Jan 12 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BEIJING – Pada dekade 1980-an, Tiongkok memperbolehkan beberapa orang memupuk kekayaan demi membantu orang lain secara bertahap guna mencapai target nasional, yakni kesejahteraan umum. Kini, kesejahteraan umum menjadi jalur prioritas untuk memberikan kebahagiaan kepada semua orang. Pada 2021, Tiongkok berhasil mencapai target membangun masyarakat dengan tingkat kesejahteraan […]