Search
Close this search box.

Uji Terbang Sukses, Hohhot Jadi Pusat Baru Jalur Sutra Udara

Shengle International Airport. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | HOHHOT, TIONGKOK – Pada akhir November pesawat kalibrasi mendarat dengan mulus, menandai keberhasilan penyelesaian uji verifikasi di lokasi (on-site verification test flight) di Bandara Internasional Hohhot Shengle. Tonggak penting ini menunjukkan bahwa bandara 4F pertama di Mongolia Dalam telah resmi beralih dari tahap konstruksi menuju fase persiapan akhir sebelum pembukaannya.

Sebagai bandara kelas 4F pertama di Mongolia Dalam—standar tertinggi untuk bandar udara sipil—bandara ini sepenuhnya mampu melayani pesawat komersial tercanggih di dunia.

Selain itu, bandara ini berfungsi sebagai pusat penerbangan regional, lokasi pendaratan alternatif utama dalam kluster bandara Beijing-Tianjin-Hebei, pelabuhan udara internasional Kelas I, serta simpul transportasi penting dalam inisiatif nasional Tiongkok, “Belt and Road Initiative”. Perannya sangat vital dalam menghubungkan destinasi domestik dan internasional serta menjadi penghubung antara kawasan timur dan barat.

“Tempat langit dan bumi bertemu, segala sesuatu saling terhubung.” Berkat letak geografisnya yang unik, Hohhot sejak lama berperan sebagai pusat transportasi penting. Pada masa Dinasti Wei Utara, Shengle—ibukota ketika itu—menguasai jalur penting antara Dataran Tengah, padang rumput, dan gurun, sehingga perdagangan dan perjalanan berkembang pesat. Pada Dinasti Tang, Shengle juga menjadi jalur perdagangan besar yang membentang dari Baidouchuan ke wilayah Erenhot dan Manzhouli saat ini, lalu menuju Rusia dan Mongolia. Pada Dinasti Qing, Kota Guisui merupakan simpul utama di Jalur Sutra Padang Rumput.

Dari akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-20, Jalan Teh sepanjang 13.000 kilometer bermula dari Pegunungan Wuyi di Fujian, melewati Hohhot di Mongolia Dalam, lalu menuju Mongolia hingga mencapai Rusia. Di era modern, Hohhot kembali muncul sebagai pusat transportasi krusial di bawah “Belt and Road Initiative,” menghubungkan daratan Tiongkok dengan Rusia, Mongolia, dan kawasan jantung Eropa. Selama berabad-abad, pedagang dari dalam dan luar negeri berkumpul di sini, menciptakan lalu lintas perdagangan yang dinamis dan pertukaran budaya yang kaya.

Baca Juga :  Messi Berharap Neymar Tetap Tampil di Piala Dunia

Gema sejarah itu kini kembali hidup. Jalur kuno yang dahulu ramai dilalui kafilah unta dan para pelancong ini, kini mendapatkan makna baru di era modern. Bandara Internasional Shengle didedikasikan untuk menjadi pusat utama di “Jalur Sutra Udara” yang baru, berperan sebagai gerbang penting di kawasan utara Tiongkok dan menghubungkan Eurasia. Bandara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi unik dan bermakna bagi warisan besar tersebut.

Desain Arsitektur yang Sarat Makna Budaya

Dari udara, terminal bandara dirancang menyerupai pelana yang dibuat secara elegan, mencerminkan warisan dinamis budaya berkuda setempat. Fasad utama terminal menampilkan atap sepanjang 600 meter yang terinspirasi dari syal khata yang mengalir, memberikan sambutan hangat kepada para pengunjung dari seluruh dunia.

Atap skylight di terminal dirancang menggunakan kolom berbentuk gelendong, kabel, dan membran tiup, menciptakan suasana yang mengingatkan pada yurta tradisional Mongolia. Saat menengadah, para pelancong dapat menikmati pemandangan langit luas padang rumput dan awan, yang merayakan kekayaan budaya Mongolia Dalam serta membagikan keindahan unik budaya padang rumput kepada dunia.

Peran Strategis sebagai Penghubung Global

Daya tarik Bandara Shengle tidak hanya terletak pada desainnya yang mencolok, tetapi juga pada tata ruang interior yang direncanakan dengan cermat. Lebih dari sekadar simpul transportasi, bandara ini bertindak sebagai platform penting yang menghubungkan dunia. Sebagai simpul utama pada koridor darat “Belt and Road” serta gerbang utara koridor ekonomi Tiongkok-Mongolia-Rusia, Hohhot memanfaatkan bandara modern ini untuk mempercepat integrasinya ke jaringan global.

Dalam jangka pendek, Bandara Internasional Shengle menargetkan kapasitas tahunan sebesar 28 juta penumpang, 320.000 ton kargo dan pos, serta 244.000 pergerakan pesawat pada tahun 2030. Dalam proyeksi jangka panjang hingga 2050, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 65 juta penumpang, 800.000 ton kargo dan pos, dan 511.000 pergerakan pesawat.

Baca Juga :  Efektivitas Al Ahli Redam Dominasi Al Taawon

Infrastruktur Komunikasi Modern untuk Wisatawan Internasional

Untuk meningkatkan pengalaman perjalanan wisatawan mancanegara, bandara ini telah meningkatkan infrastruktur komunikasinya. Pembangunan fasilitas komunikasi sipil sebelumnya telah diselesaikan dengan baik. Guna memenuhi kebutuhan wisatawan internasional dan pelaku bisnis, sistem komunikasi regional telah mengimplementasikan rencana “akses tanpa hambatan” secara proaktif. Ketiga operator telekomunikasi utama berbagi jaringan yang dibangun bersama sehingga penumpang dapat menikmati konektivitas tanpa putus sejak kedatangan, selama berada di bandara, hingga keberangkatan.

Ekspansi Rute Internasional

Ke depan, Bandara Shengle akan terus memperluas rute internasionalnya dengan kinerja yang unggul. Pada 2025, Bandara Hohhot akan menjalin kemitraan kuat dengan Bandara Xi’an dan Qingdao. Dengan memanfaatkan koneksi Bandara Qingdao ke Jepang dan Korea Selatan, serta akses Bandara Xi’an ke Tiongkok Barat Laut, Asia Tengah, dan Asia Tenggara, layanan transit baru akan diluncurkan untuk menghubungkan Hohhot melalui Xi’an atau Qingdao ke berbagai destinasi domestik dan internasional.

Selain itu, dengan memanfaatkan posisi strategis Hohhot yang menghadap Rusia dan Mongolia serta menghubungkan Tiongkok Timur Laut dan Barat Laut, layanan transit akan diperkenalkan dari Xi’an atau Qingdao melalui Hohhot menuju berbagai kota regional serta Rusia dan Mongolia. Inisiatif ini akan menciptakan jembatan udara yang mendorong pertukaran ekonomi dan komunikasi budaya lintas wilayah.

Menatap Masa Depan

Saat matahari pagi menyinari perbatasan utara, Bandara Internasional Shengle tampak bersinar seperti permata di atas padang rumput. Bandara yang masih muda dan dinamis ini bukan hanya gerbang baru bagi Hohhot, tetapi juga pusat penting yang menghubungkan Tiongkok dengan dunia. Dari bandara ini, pembangunan berkualitas tinggi di Mongolia Dalam akan mendapatkan momentum baru, dan perbatasan utara Tiongkok akan meraih peluang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan dunia internasional.

Baca Juga :  Tradisi Penerimaan Kasbrig Baru Warnai Semangat Kebersamaan Brigif 9 Kostrad

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :