VISI.NEWS | JAKARTA – Aktivitas perdagangan aset kripto di platform decentralized exchange (DEX) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data DEXScreener per Sabtu (19/10/2025), volume transaksi harian mencapai lebih dari USD 1,1 miliar dengan lebih dari 2,4 juta transaksi tercatat.
Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya minat terhadap token-token baru yang melantai di jaringan Ethereum, Base, dan Arbitrum. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pasangan KTA/WETH di jaringan Aerodrome yang mencatatkan kenaikan harga hampir 50 persen dalam sehari.
Token-token baru lainnya juga menunjukkan performa serupa, dengan lonjakan harga tajam dalam waktu singkat. Fenomena ini menandakan adanya minat tinggi dari investor ritel terhadap aset spekulatif yang berpotensi memberikan keuntungan cepat, meskipun disertai risiko besar.
Namun, peningkatan aktivitas tersebut tidak selalu mencerminkan kualitas fundamental dari proyek-proyek yang ditawarkan. Banyak token baru belum memiliki whitepaper resmi, tim pengembang yang jelas, atau ekosistem yang solid. Beberapa bahkan menunjukkan pola perdagangan tidak sehat, seperti likuiditas rendah dan ketimpangan ekstrem antara volume beli dan jual.
Analis memperingatkan bahwa di balik peluang cuan besar, risiko kerugian di DEX juga sangat tinggi. Praktik rug pull, yaitu ketika pengembang menarik semua dana dari pool likuiditas dan meninggalkan proyek, masih sering terjadi, terutama pada token yang baru dirilis.
Sementara aset besar seperti Ethereum (ETH) dan BNB justru mengalami stagnasi atau penurunan harga dalam 24 jam terakhir. Hal ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah aset berisiko tinggi (risk on), di mana investor lebih agresif dalam memburu token-token mikro atau belum mapan.
Pasangan KTA/WETH menjadi salah satu top gainer berdasarkan data DEXScreener, mencatat kenaikan lebih dari 48 persen dalam sehari. Aktivitas ini dinilai sebagai dampak dari aksi spekulatif yang masif. Namun, analis dari Pintu Academy mengingatkan bahwa reli tajam seperti ini bisa berbalik arah dalam waktu singkat, terutama jika tidak didukung oleh likuiditas dan utilitas yang kuat.
Data juga menunjukkan bahwa jaringan alternatif seperti Arbitrum, Base, dan Aerodrome mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi dan volume. Ini menunjukkan bahwa perdagangan kripto tidak lagi terkonsentrasi di jaringan utama seperti Ethereum dan BNB Chain, melainkan semakin tersebar di berbagai ekosistem.
Guna mengurangi risiko, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih aset. Beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan mencakup usia pasangan perdagangan, total likuiditas, volume harian, serta distribusi kepemilikan token. Dengan pendekatan lebih hati-hati, potensi keuntungan tetap bisa diraih tanpa mengabaikan aspek keamanan.
@uli