Wabup Garut Helmi Budiman, “Pak Bupati Masih Menjalani Perawatan, Trombositnya Terus Mengalami Penurunan”

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, memberikan keterangan kepada wartawan terkait kondisi kesehatan terkini Bupati Garut./visi.news/zaahwan aries.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Saat ini Bupati Garut, Rudy Gunawan, masih menjalani perawatan akibat terserang demam berdarah dengeue (DBD). Namun kondisinya sudah semakin membaik meskipun trombositnya terus mengalami penurunan.

“Pak Bupati masih menjalani perawatan. Namun alhamdulillah kondisinya cenderung terus membaik dan kita harapkan agar beliau secepatnya pulih kesehatannya,” kata Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman di ruang kerjanya, Kamis (4/6).

Dikatakan Helmi, bupati juga terus mendapatkan pengawasan dari dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, trombositnya terus mengalami penurunan.

Menurutnya, pada hari Sabtu pekan lalu, dirinya masih bersama-sama dengan bupati. Saat itu kondisinya memang sudah terlihat kurang sehat , tetapi belum diketahui ia terserang DBD.

“Pada hari Selasa kemarin, saya dan unsur Forkopimda juga telah bertemu dengan Pak Bupati dan saat itu kondisinya sudah terlihat membaik. Sedangkan informasi dari dokter yang menanganinya, trombositnya terus berkurang,” ujarnya.

Pihaknya, tambah Helmi, tidak bisa memastikan di mana bupati digigit nyamuk yang menyebabkannya terserang DBD.

Namun, berdasarkan informasi, Bupati mulai merasakan kurang sehat sepulangnya dari kegiatan kunjungan ke wilayah Selatan Garut. Akan tetapi bisa juga bupati digigit nyamuk Aedes Aegypti saat berada di kantor atau pendopo.

Menurutnya, saat ini penyebaran nyamuk Aedes Aegypti sudah terjadi di mana-mana di wilayah Kabupaten Garut. Hampir semua wilayah saat ini sudah menjadi daerah endemis, tetapi paling potensial berada di wilayah perkotaan dan utara.

Nyamuk Aedes Aegypti ini tambahnya, senang berkembang biak di air yang bersih sehingga harus benar-benar diwaspdai. Nyamuk ini biasanya akan menggigit pada siang hari.

Helmi mengimbau warga untuk sama-sama melakukan upaya pencegahan pertumbuhan dan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan program 3M atau menguras, menutup, dan mengubur.

“3M ini yakni menguras bak mandi, menutup tempat air, serta mengubur barang bekas yang bisa digunakan untuk bersarang dan bertelur nyamuk. Intinya ya kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ucap Helmi.

Dijelaskannya, hingga saat ini belum ada laporan adanya wilayah berstatus KLB (kejadian luar biasa) DBD di Kabupaten Garut. DBD ini sendiri merupakan siklus tahunan yang selalu ada teruatam setiap musim hujan. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

MUI soal Beda Fatwa Salat Jumat: Masyarakat Tinggal Memilih

Kam Jun 4 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas tak mempermasalahkan perbedaan fatwa antara MUI Pusat dan MUI DKI Jakarta terkait teknis pelaksanaan salat Jumat di fase new normal atau tatanan normal baru selama pandemi virus corona (covid-19). Dia menganggap sebuah perbedaan sebagai hal wajar. “Perbedaan pendapat itu biasa, tidak […]