Search
Close this search box.

Wakil Ketua DPR Buka Peluang RMI Kab. Bandung Jalin Kerjasama dengan China

Pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Bandung saat bertemu delegasi dari Universitas Tsinghua, Tiongkok. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memfasilitasi audiensi penting antara Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Bandung dengan delegasi dari Universitas Tsinghua, Tiongkok. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, ini membuka peluang kerjasama strategis antara RMI dengan institusi pendidikan ternama dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Dalam audiensi tersebut, RMI PCNU Kab. Bandung diwakili oleh Ketua Budi Faisal Farid, Wakil Ketua Eet Riswana, dan Wakil Sekretaris Huzni Fadlilah. Mereka menyampaikan berbagai program dan potensi pesantren di Kabupaten Bandung yang bisa dikembangkan melalui kolaborasi internasional, khususnya dengan China.

Cucun Ahmad Syamsul Rijal menyatakan komitmennya mendukung perluasan jaringan internasional pesantren. Ia meyakini kolaborasi ini bukan hanya berdampak lokal, tetapi akan memberikan efek global dalam penguatan budaya, pendidikan, dan ekonomi umat. “Pesantren harus siap menjadi pemain dalam dinamika global, dan kerjasama seperti ini bisa menjadi jembatan penting,” ujarnya, Minggu (28/7/2025) malam.

Salah satu poin utama dalam pembahasan yang berlangsung pada 22 Juli 2025 itu adalah potensi transfer teknologi dan pendampingan sertifikasi halal. Delegasi China yang dipimpin oleh Co-Founder & CEO Tsing Fly, Zhang Lei, menyatakan ketertarikannya terhadap penguatan aspek halal di pasar mereka, dan melihat RMI PCNU Kab. Bandung sebagai mitra strategis dalam proses ini.

Juru bicara RMI, Eet Riswana, menjelaskan bahwa peluang ini sangat besar bagi kedua belah pihak. “Akan ada transfer teknologi yang perlu kita imbangi dengan kesiapan dari universitas-universitas kita sendiri. Hal ini bukan hanya peluang, tapi juga tantangan bagi dunia pesantren agar semakin adaptif,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RMI PCNU Kab. Bandung, Budi Faisal Farid, mengucapkan terima kasih kepada Cucun Ahmad Syamsurijal yang telah membuka jalan bagi pertemuan ini. Ia menyebut kerjasama ini bukan hanya bentuk pertukaran ilmu, tetapi juga penguatan nilai dan identitas pesantren di tengah arus globalisasi.

Baca Juga :  Jalur Rel Kereta Api di Sukabumi Terdampak Longsor

“Semoga ini menjadi langkah awal transformasi ekosistem pondok pesantren. Kita ingin pondok pesantren mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional dan internasional dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman, khususnya dalam hal jaminan produk halal,” ungkap Budi.

Lebih lanjut, ia berharap kesepakatan yang terbangun bisa berkembang ke ranah konkret seperti program pertukaran pelajar, riset bersama, dan inovasi ekonomi pesantren berbasis teknologi. “Pesantren jangan hanya menjadi objek, tapi juga harus menjadi subjek dalam kerjasama global,” tegasnya.

Pertemuan ini menandai babak baru dalam peran pesantren di kancah internasional, dan menjadi contoh sinergi antara dunia pendidikan Islam dan diplomasi parlemen dalam membangun kerjasama strategis lintas negara.

@bambang melga

Baca Berita Menarik Lainnya :