VISI.NEWS | SOLO – Warga multietnis yang bermukim di Kelurahan Sudiroprajan, Kota Solo, seminggu menjelang puncak tahun baru Imlek 2574 tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2023, menggelar hajatan tahunan Kirab Budaya “Gerebeg Sudiro”.
Hajatan akbar yang populer dengan sebutan “Gerebeg Sudiro” itu, merupakan kegiatan budaya akulturasi yang dari etnis Jawa dan Tionghoa warga Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, dalam memeriahkan tahun baru Imlek yang dirayakan etnis Tionghoa.
Kedua etnis yang sudah menyatu di perkampungan Sudiroprajan lebih dari dua abad sejak Keraton Surakarta, khususnya warga Kampung Balong di arah timur Pasar Gede Hardjonagoro, setiap tahun menggelar prosesi yang merupakan rangkaian “Gerebeg Sudiro”.
Puncak Kirab Budaya “Gerebeg Sudiro” 2023 digelar Minggu (15/1/2023) petang, yang diawali dari kawasan Tugu Jam depan Pasar Gede. Kirab yang menjadi tradisi warga kampung Sudiroprajan itu, berupa arak-arakan gunungan kue keranjang dan aneka penganan karya masyarakat Sudiroprajan, dengan rute mengelilingi wilayah Kelurahan Sudiroprajan.
Sejarah pagelaran “Gerebeg Sudiro” sendiri, menurut Lurah Sudiroprajan, digagas 3 orang warga Kampung Sudiroprajan, yaitu Oei Beng Kie, Sarjono Lelono Putro dan Kamajaya, digelar perdana pada menjelang tahun baru Imlek 2007.
Dalam perkembangannya saat ini, “Gerebeg Sudiro” mendapat dukungan 6 perkumpulan etnis Tionghoa Kota Solo, yakni Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Himpunan Fuqing, Ho Hap, Perhakhas, Perwagas, dan Makin.
Ketua Panitia “Gerebeg Sudiro” 2023, Arga Dwi Setyawan, melaporkan Gerebeg Sudiro 2023 ini mengusung tema “Merajut Harmoni dalam Kebhinekaan”. Rangkaian kegiatannya, selain Kirab Budaya “Gerebeg Sudiro” juga diadakan doa bersama “Umbul Mantram” di lokasi yang disebut Bok Teko.
“Gerebeg Sudiro yang pada masa pandemi dihentikan, tahun 2023 ini digelar kembali untuk merajut kebersamaan warga Kelurahan Sudiroprajan,” katanya.
Kirab budaya “Gerebeg Sudiro” sendiri, setiap tahun dipersiapkan sejak jauh hari, khususnya dalam pembuatan kue keranjang yang tahun 2023 ini disusun berbentuk miniatur “Stadion Manahan” dan “Gedung Joeang 45”.
Gunungan yang tersusun dari 4.000 kue keranjang tersebut, dalam tradisi Jawa merupakan lambang kesuburan.
Di garis finish, gunungan dari ribuan kue keranjang diperebutkan para penonton yang memadati kawasan Pasar Gede dan Kelenteng Tien Kok Sie.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, melepas kirab budaya di panggung kehormatan sisi selatan “Tugu Jam Pasar Gede” dengan memukul genderang khas Tionghoa.
Sedangkan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, melepas iring-iringan kirab dengan mengibaskan bendera start, disaksikan para pejabat Forkompinda dan sejumlah tokoh masyarakat.
Rute Kirab Budaya “Gerebeg Sudiro” 2023, melintas depan Balai Kota Solo menuju kawasan Pecinan Kreteg Gantung dan jalanan di Kelurahan Sudiroprajan, sampai finish kembali di kawasan Pasar Gede.
Warga Kota Solo dari berbagai penjuru yang selama 2 tahun tidak bisa menyaksikan “Gerebeg Sudiro”, seperti ingin melampiaskan kerinduan. Ribuan orang memadati jalur yang dilintasi kirab budaya.
Beraneka ragam kesenian dan potensi tampil dalam arak-arakan, khususnya pertunjukan liong dan barongsai dari Makin, Sabhara Polresta dan lain-lain, serta kesenian tradisional, seperti Reog Ponorogo dan Lembu Sora, serta barisan Pokdarwis dengan pakaian ala prajurit keraton.
Selain itu, para perempuan pedagang Pasar Gede dan buruh gendong yang mengenakan pakaian tradisional, ikut barisan kirab sambil mendorong troli pengangkut dagangan pasar. @tok