Search
Close this search box.

12 Mei Hari Perawat Sedunia Mengenang Jejak Florence Nightingale

Hari Perawat Sedunia./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Setiap 12 Mei, dunia memperingati Hari Perawat Sedunia atau International Nurses Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk menghargai peran perawat dalam sistem kesehatan global sekaligus mengenang Florence Nightingale, tokoh yang dikenal sebagai pelopor keperawatan modern.

Hari Perawat Sedunia pertama kali dicetuskan oleh International Council of Nurses atau ICN. Gagasan memperingati hari perawat telah muncul sejak 1953 melalui Dorothy Sutherland, pejabat Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Amerika Serikat. Namun, peringatan ini baru diresmikan pada 1974.

Pemilihan tanggal 12 Mei bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Florence Nightingale pada 12 Mei 1820. Namanya melekat kuat dalam sejarah karena dedikasinya selama Perang Krimea pada abad ke 19.

Florence membawa tim perawat ke rumah sakit militer di Scutari dan memperbaiki kondisi sanitasi yang buruk. Langkah itu berdampak besar terhadap penurunan angka kematian prajurit. Dari sana, ia dikenal sebagai sosok yang menempatkan kebersihan, kedisiplinan, dan pencatatan medis sebagai bagian penting dalam perawatan pasien.

Julukan “The Lady with the Lamp” diberikan karena kebiasaannya melakukan ronda malam sambil membawa lampu untuk memeriksa kondisi pasien. Setelah perang, Florence mendirikan sekolah perawat profesional pertama di dunia di Rumah Sakit St. Thomas, London, yang kemudian menjadi fondasi pendidikan keperawatan modern.

Dalam konteks hari ini, Hari Perawat Sedunia tidak hanya berbicara tentang sejarah, tetapi juga tantangan profesi perawat. Mereka menjadi tulang punggung layanan kesehatan, bekerja dalam tekanan tinggi, dan berhadapan langsung dengan kebutuhan pasien setiap hari.

Peringatan ini juga menjadi ruang untuk menyuarakan perlindungan, kesejahteraan, dan pengembangan profesi perawat. Tanpa dukungan terhadap tenaga perawat, sistem kesehatan tidak akan mampu berjalan optimal, terutama saat menghadapi krisis kesehatan global.

Baca Juga :  Andreas Soroti Cor-coran di Bahu Jalan Terkait Banjir Jalan Cidahu

Melalui Hari Perawat Sedunia, masyarakat diingatkan bahwa dedikasi perawat bukan hanya bagian dari pelayanan medis, tetapi juga investasi penting bagi masa depan kesehatan umat manusia. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :