VISI.NEWS | SOLO – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, mulai membebaskan lahan di sepanjang rel kereta api (KA) arah Solo – Semarang di wilayah Kota Solo untuk pembangunan jalur rel ganda dan jalur rel layang di atas Simpang Joglo, yang merupakan simpul kemacetan di Solo utara.
Pada tahap awal pembebasan lahan tersebut, lebih dari 500 bidang lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), antara Stasiun Solo Balapan sampai kawasan Kelurahan Kadipiro yang dihuni warga Kota Solo, dibebaskan dengan pemberian santunan berdasarkan bangunan milik warga.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, ketika menyerahkan santunan kepada 60 orang warga Kelurahan Nusukan yang terdampak pembangunan rel jalur ganda dan rel layang, Kamis (18/11/2021), menyatakan, setelah pembayaran santunan warga yang tinggal di tanah KAI tersebut akan diberikan waktu seminggu untuk berkemas dan mengosongkan lokasi permukimannya.
“Pemerintah daerah juy akan memberi bantuan transportasi. Dengan bantuan tersebut, kita harapkan warga terdampak bisa meminimalisir pengeluaran biaya pindahan,” kata Teguh kepada wartawan.
Menurut wakil wali kota Solo, besaran uang santunan ditentukan berdasarkan hasil penilaian tim appraisal. Sehingga jumlah santunan yang diterima warga terdampak proyek di atas nilai rata – rata harga pasar.
“Warga yang telah menerima santunan, merasakan keadilan. Mereka secara sadar mengakui menyalahi aturan dengan tinggal di lahan milik negara. Dalam sosialisasi 3 bulan lalu, mereka menyatakan menyadari kesalahannya. Karena itu, jumlah santunan dianggap cukup, bahkan melebihi ekspektasi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Balai Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya, di sela pemberian santunan di kantor Kelurahan Joglo, menyatakan, jumlah lahan yang terkena dampak proyek lebih dari 500 bidang. Total santunan yang dibayarkan sebesar Rp 32 miliar.
“Ini upaya penertiban lahan milik KAI dulu. Selain pemberian santunan, pemerintah juga akan memberikan biaya sewa kurang lebih enam bulan,” tuturnya.
Putu Sumarjaya menambahkan, besaran nilai santunan setiap warga tidak sama, tergantung sejumlah komponen yang dipertimbangkan, di antaranya nilai bangunan dan batang tumbuhan di atas lahan.
Pada tahap awal ini, Balai Perkeretaapian Jawa Tengah membayarkan santunan untuk warga terdampak rel layang Joglo di Kelurahan Joglo, Kelurahan Banjarsari, Kelurahan Nusukan dan Kelurahan Gilingan. Setelah pembebasan lahan beres, katanya, tahun 2022 pekerjaan konstruksi jalur rel layang Joglo akan dimulai.@tok