Search
Close this search box.

Komnas Haji Ingatkan Fokus Ibadah Usai Kecelakaan Jabal Magnet

Kecelakaan Bus Jemaah Haji RI di Madinah./visi.news/tangkap layar akun X @DayHajj.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah haji Indonesia di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi, kembali memunculkan sorotan terhadap aktivitas wisata di sela masa tunggu ibadah haji.

Ketua Komisi Nasional Haji, Mustolih Siradj, menilai masa tunggu seharusnya difokuskan sepenuhnya untuk ibadah, bukan kegiatan wisata yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

“Karena jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji itu kan fokus pada ibadah dan kemudian waktunya masih sangat panjang untuk menuju ke puncak (ibadah) haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina),” kata Mustolih dalam keterangannya dikutip, Kamis (30/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah terjadi kecelakaan dua bus rombongan jemaah haji saat melakukan city tour di Jabal Magnet pada 28 April 2026. Insiden itu melibatkan jemaah dari dua kelompok terbang yang dikelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), dengan total korban luka mencapai 10 orang.

Mustolih menegaskan bahwa secara prinsip, ibadah haji berbeda dengan umrah yang memang memiliki ruang lebih fleksibel untuk kegiatan wisata. Karena itu, menurutnya, aktivitas di luar rangkaian ibadah utama perlu dikaji ulang secara ketat, terutama jika menyangkut keselamatan jemaah.

“Oleh karena itu, saya kira kurang tepat kalau kemudian waktu menunggu itu digunakan untuk kegiatan tour,” ucapnya.

Ia juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk menelusuri pihak yang menginisiasi perjalanan wisata. Jika kegiatan tersebut berasal dari KBIHU, maka menurutnya perlu ada klarifikasi terkait tujuan dan pertanggungjawaban operasional.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat bahwa kecelakaan terjadi saat bus rombongan melakukan perjalanan wisata, yang berujung pada tabrakan antar kendaraan. Dari keterangan resmi, satu bus menabrak bagian samping bus lainnya hingga menyebabkan sejumlah jemaah mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Perempuan Jangan Cuma Kuat Mimpimu Harus Kamu Lindungi!

Kemenhaj juga telah mengeluarkan sejumlah aturan baru untuk mencegah kejadian serupa, termasuk kewajiban koordinasi dengan petugas resmi, larangan penawaran paket wisata yang tidak terkait ibadah, serta penegasan bahwa keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama.

Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa izin operasional KBIHU dapat dicabut apabila terbukti melanggar ketentuan, terutama yang mengabaikan aspek keselamatan jemaah. Meski demikian, pihak Kemenhaj tetap membuka ruang ziarah ke lokasi tertentu yang berada di sekitar Madinah, seperti Masjid Quba dan Jabal Uhud, yang dianggap masih dalam koridor kegiatan ibadah.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan ibadah haji tidak hanya menyangkut aspek spiritual, tetapi juga manajemen risiko di lapangan. Dengan jumlah jemaah yang besar dan mobilitas tinggi, setiap aktivitas tambahan di luar rangkaian ibadah inti dinilai perlu pengawasan ketat agar tidak menimbulkan risiko yang tidak diinginkan. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :