VISI.NEWS | JAKARTA – Kritik terhadap mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026 kini tidak hanya datang dari penggemar sepak bola, tetapi juga dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan Trump memperlihatkan semakin besarnya kekhawatiran bahwa ajang olahraga terbesar dunia itu justru semakin sulit dijangkau masyarakat umum.
Dalam wawancara dengan The New York Post, Trump mengaku terkejut mengetahui tingginya harga tiket pertandingan fase grup, khususnya laga Amerika Serikat melawan Paraguay di Los Angeles pada 12 Juni 2026.
“Saya tidak mengetahui angka itu sebelumnya,” ujar Trump dalam keterangannya dikutip, Sabtu (9/5/2026).
“Saya tentu ingin berada di sana, tetapi sejujurnya, saya pun tidak akan membayar 1.000 dolar untuk itu,” tambahnya.
Kritik Trump tidak hanya menyoroti nominal harga, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat kelas menengah dan pekerja di Amerika Serikat. Ia menilai tingginya biaya tiket berpotensi membuat banyak pendukung sepak bola tidak dapat menikmati langsung atmosfer Piala Dunia di negara mereka sendiri.
“Jika orang orang dari Queens, Brooklyn, dan semua pendukung Donald Trump tidak bisa pergi, saya akan merasa kecewa,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kebijakan harga FIFA menjelang turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Banyak pihak menilai harga tiket Piala Dunia 2026 bergerak terlalu jauh dari semangat sepak bola sebagai hiburan rakyat.
Meski demikian, Presiden FIFA Gianni Infantino membela kebijakan tersebut. Menurutnya, harga tiket masih sebanding dengan standar acara olahraga besar lain di Amerika Serikat.
“Sekitar 25% dari tiket fase grup dapat dibeli dengan harga kurang dari 300 dolar,” tegas Infantino.
Namun kondisi pasar menunjukkan realitas berbeda. Berdasarkan laporan TicketData.com, rata rata harga tiket final di New Jersey telah menyentuh angka 13.000 dolar, jauh lebih tinggi dibanding final Piala Dunia 2022 di Qatar yang rata rata berada di kisaran 1.600 dolar.
Situasi semakin rumit karena tingginya harga di pasar penjualan kembali. Untuk laga Amerika Serikat melawan Australia di Seattle, tiket termurah bahkan mencapai lebih dari 2.700 dolar per pasangan kursi.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana Piala Dunia kini semakin dipengaruhi logika bisnis dan pasar premium. Di satu sisi FIFA ingin memaksimalkan pendapatan dari turnamen terbesar mereka, namun di sisi lain muncul kekhawatiran bahwa sepak bola perlahan menjauh dari basis pendukung tradisional yang selama ini menjadi ruh utama olahraga tersebut. @desi