Aliran Sungai Citarum Terus Tercemar Limbah Industri, Cucu : DLH Jabar Diminta Turun Tangan

Editor Anggota DPRD Jabar, Cucu Sugyati. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISINEWS | BANDUNG – Populasi ikan di aliran Sungai Citarum, tepatnya di Lampung Cibingbin, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam punah.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar) Cucu Sugyati, menurutnya pencemaran air sungai akibat limbah industri dan kerusakan ekosistem sungai diyakini menjadi pemicu permasalahan tersebut.

“Sungai Citarum menjadi sumber rezeki bagi pencari ikan dan petani, namun saat ini terus tercemar akibat limbah industri secara terus menerus,” katanya.

Menurutnya, pencemaran tersebut diduga berasal dari semburan limbah industri dari sebuah pipa bawah tanah yang mengalir langsung ke aliran sungai di belakang pabrik berbentuk busa berwarna putih yang bersuhu panas dan mengeluarkan bau tak sedap.

“Informasi ini diperoleh dari pencari ikan atau petani juga rekan media yang kerap melakukan pemantauan kondisi aliran Sungai Citarum, hal ini patut untuk ditindak lanjuti oleh Pemprov Jabar,” ujar Cucu.

Kepada VISINEWS Kamis (21/4/22), Cucu mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi hampir setiap pagi sejak beberapa waktu belakangan, dan mengancam keberadaan populasi ikan gabus, ikan keting dan ikan sapu-sapu.

“Bisa di lihat limbahnya menyembur dan dibuang langsung ke Sungai Citarum, ini sangat mengganggu manusia dan ekosistem di sekitarnya, limbah industri sangat berbahaya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, diketahui warga sekitar sempat mengukur tingkat keasaman atau Ph dan suhu air limbah yang dibuang ke aliran Sungai Citarum, alhasil sangat mencengangkan karena jauh melebihi ambang batas normal.

“Warga sudah melakukan pengecekan, Ph yg keluar dari outpal melebihi ambang batas dan hasilnya itu Ph 14 dan suhunya 40 derajat, padahal maksimal Ph itu kan 7-9,” imbuhnya.

Baca Juga :  KI Jabar Mendorong UU KIP Bisa Dimanfaatkan Secara Maksimal oleh Ibu-Ibu

Untuk itu, Cucu meminta agar DLH Bandung Barat bahkan DLH Provinsi Jabar agar segera melakukan tindakan agar dugaan pencemaran saluran air Sungai Citarum tersebut segera teratasi.

“Sebelumnya warga sudah melaporkan temuan tersebut ke DLH KBB namun informasinya belum di tindak lanjut, saya berharap agar pemerintah respon terhadap laporan warga,” pungkasnya. @eko.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Reynaldi : Pemudik Wajib Tau Soal Jadwal One Way Traffic

Kam Apr 21 , 2022
Silahkan bagikanVISINEWS | BANDUNG – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar) Reynaldi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Kepolisian Polda Jabar yang tengah mempersiapkan berbagai upaya dalam menghadapi lonjakan pemudik lebaran Idul Fitri tahun 2022. Rekayasa lalu lintas satu jalur (one way traffic) di ruas jalan tol misalnya, berdasarkan […]