VISI.NEWS | BANDUNG – Pertandingan play off degradasi antara Persekat Tegal vs Persiba Balikpapan berlangsung penuh drama di Stadion Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026). Laga yang menentukan nasib kedua tim untuk bertahan di kasta Liga 2 atau terdegradasi ke Liga 3 itu menghadirkan ketegangan sejak menit awal hingga babak kedua.
Persekat yang tampil di hadapan pendukung sendiri mencoba mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Tekanan langsung diberikan tuan rumah demi menghindari ancaman turun kasta.
Peluang pertama hadir pada menit ke 4 melalui Rocky Mandosir. Ia berhasil menerima umpan jauh dan berada dalam posisi terbuka di depan gawang Persiba Balikpapan. Namun kontrol bola yang kurang sempurna membuat peluang emas tersebut gagal dimaksimalkan setelah bola diamankan penjaga gawang Persiba, Pancar Nur.
Setelah mampu melewati tekanan awal Persekat, Persiba mulai menemukan ritme permainan. Tim tamu kemudian berhasil mencuri keunggulan pada menit ke 18 lewat Lorensius Amanat Sabda.
Gol tersebut lahir melalui sundulan memanfaatkan umpan lambung rekannya. Bola meluncur deras ke gawang Persekat dan membuat publik Stadion Tri Sanja terdiam sejenak.
Tertinggal satu gol membuat Persekat meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan sebelum turun minum. Namun penampilan gemilang Pancar Nur di bawah mistar membuat sejumlah peluang Persekat gagal berbuah gol.
Rocky Mandosir kembali memperoleh kesempatan emas pada menit ke 32. Ia menerima bola di area terbuka dan memiliki ruang cukup untuk menembak. Sayangnya sentuhan bolanya terlalu jauh sehingga kembali dapat diamankan Pancar Nur.
Penjaga gawang Persiba itu kembali menunjukkan kualitasnya pada menit ke 41 saat berhasil memotong umpan jauh yang dikirim kapten Persekat, Taufiq.
Menjelang akhir babak pertama, Persiba hampir menggandakan keunggulan melalui aksi individu Lorensius Sabda. Penyerang tersebut sukses melewati beberapa pemain belakang Persekat sebelum melepaskan tembakan di depan gawang. Namun bola justru membentur pemain bertahan sehingga skor 1 0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persekat langsung tampil menekan. Tuan rumah mencoba memanfaatkan dukungan suporter untuk membalikkan keadaan.
Persiba sempat memperoleh peluang emas pada menit ke 49 lewat Takumu Nishihara. Ia menerima umpan silang dari Lorensius Sabda dan berada di posisi ideal di depan gawang. Namun sontekannya berhasil diamankan kiper Persekat, Dimas Fani.
Persekat kemudian merespons lewat peluang Atieda pada menit ke 52. Penyerang tersebut menyambut umpan lambung dengan sundulan keras, tetapi bola melambung tipis di atas mistar gawang Persiba.
Momentum penting pertandingan hadir pada menit ke 59 ketika pemain Persiba, Bintang Arrahim, melakukan hand ball di area pertahanan. Wasit kemudian menghentikan pertandingan untuk mengecek tayangan VAR.
Setelah melakukan pemeriksaan, wasit memutuskan memberikan tendangan bebas kepada Persekat sekaligus mengeluarkan kartu merah untuk Bintang Arrahim. Keputusan itu membuat Persiba harus bermain dengan 10 orang.
Unggul jumlah pemain membuat Persekat semakin percaya diri. Gelombang serangan terus dilancarkan ke pertahanan Persiba yang mulai tertekan.
Beberapa menit kemudian, Atieda kembali memperoleh peluang melalui sundulan memanfaatkan umpan rekannya. Namun bola hanya membentur mistar gawang dan gagal menjadi gol penyeimbang.
Setelah terus menggempur, Persekat akhirnya berhasil menyamakan skor pada menit ke 69. Kevy Syahertian sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan Pancar Nur saat mencoba menepis bola.
Gol tersebut langsung memicu ledakan kegembiraan dari para pemain dan pendukung tuan rumah. Persekat terlihat mendapatkan momentum untuk membalikkan keadaan setelah bermain melawan 10 pemain Persiba.
Namun euforia itu ternyata hanya berlangsung singkat.
Selang satu menit kemudian, Persiba Balikpapan kembali mengejutkan publik Stadion Tri Sanja. Melalui serangan cepat, Dwi Geno berhasil memanfaatkan umpan cut back rekannya dan melepaskan penyelesaian yang mengubah skor menjadi 2 1 untuk Persiba.
Gol cepat tersebut membuat suasana stadion berubah drastis. Persekat yang sebelumnya berada di atas angin justru kembali tertinggal dalam waktu sangat singkat.
Drama dua gol dalam rentang satu menit itu menjadi titik balik pertandingan. Persiba menunjukkan efektivitas serangan meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Sementara bagi Persekat, kebobolan cepat setelah berhasil menyamakan skor menjadi pukulan mental yang berat. Tekanan semakin besar karena hasil pertandingan menentukan nasib mereka di kompetisi musim depan.
Laga play off degradasi tersebut memperlihatkan tingginya tensi pertandingan ketika dua tim berjuang mempertahankan tempat di kompetisi profesional. Setiap peluang, kesalahan, hingga keputusan wasit memiliki pengaruh besar terhadap jalannya laga.
Hingga pertandingan berjalan, Persiba Balikpapan masih unggul 2 1 atas Persekat Tegal dalam duel hidup mati menuju keselamatan di Liga 2. @desi