VISI.NEWS | BANDUNG – Persaingan papan bawah BRI Super League 2025/2026 memasuki fase paling menegangkan. Semen Padang FC dan PSBS Biak yang masih terjebak di zona degradasi kini menghadapi situasi semakin sulit menjelang pekan ke 32 kompetisi.
Kedua tim dijadwalkan menjalani laga kandang pada Jumat (8/5/2026). Semen Padang akan menjamu Persik Kediri di Stadion H Agus Salim Padang, sedangkan PSBS Biak menghadapi Dewa United di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Meski masih menyisakan beberapa pertandingan, posisi kedua tim dinilai berada dalam tekanan besar. Semen Padang saat ini menempati peringkat ke 16 dengan koleksi 20 poin, sementara PSBS berada di dasar klasemen dengan 18 poin.
Situasi tersebut membuat setiap pertandingan tersisa memiliki arti penting. Namun tantangan yang dihadapi tidak ringan. Setelah laga pekan ini, Semen Padang masih harus berjumpa Persebaya dan Persija dalam dua pertandingan berikutnya. Di sisi lain, PSBS akan menghadapi Arema serta Bhayangkara FC.
Jadwal berat itu membuat peluang keluar dari zona degradasi semakin sempit apabila kedua tim gagal meraih hasil maksimal pada laga pekan ini. Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana ketatnya persaingan di papan bawah musim ini, terutama bagi tim yang kehilangan banyak poin sejak putaran pertama.
Bagi Semen Padang, bermain di kandang sendiri menjadi kesempatan penting untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dukungan suporter di Stadion H Agus Salim diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi menghadapi Persik Kediri yang relatif tampil tanpa tekanan.
Situasi hampir serupa juga dihadapi PSBS Biak. Bermain di Sleman melawan Dewa United menjadi ujian berat mengingat lawan tetap memiliki kualitas kompetitif meski peluang menembus jalur juara sudah sangat kecil.
Dewa United sendiri kini berada di posisi keenam klasemen dengan 50 poin. Raihan itu membuat mereka tertinggal cukup jauh dari Persib dan Borneo FC yang sama sama mengoleksi 72 poin di papan atas.
Sementara Persik Kediri sudah berada di posisi aman papan tengah klasemen. Kondisi tersebut membuat tim berjuluk Macan Putih lebih fokus menyelesaikan sisa musim tanpa tekanan ancaman degradasi maupun target perebutan gelar juara.
Dalam situasi seperti ini, faktor mental dan konsistensi permainan diperkirakan akan menjadi penentu utama. Satu kesalahan kecil bisa semakin mendekatkan Semen Padang dan PSBS ke jurang degradasi menjelang akhir musim. @desi