VISI.NEWS – Pemerintah Pusat didesak agar segera mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah. Pasalnya di daerah-daerah ingin turut menyukseskan program pemerintah pusat.
Hal itu diungkapkan Anggota DPR RI Komisi asal daerah pemilihan Kab Bandung Najib Qodratullah kepada wartawan di Soreang, Kamis (15/7/2021).
“Ya kita akan mendorong pemerintah pusat mendistribusikan vaksin sesuai kebutuhan di Kabupaten Bandung.
Pemerintah Pusat ini ingin cepat warga mendaptkan vaksin. Maka distribusinya dari pusat juga harus cepat. Jangan sampai daerah nunggu-nunggu. Keterlambatan justru di pemerintah pusat. Kita ini perlu kerjasama, gotong royong, kompak. Bahasa Sundanya ulah gawe sewang-sewangan,” tegas Nadjib.
Nadjib mengatakan, dia pasti akan bersuara di parlemen, seraya berharap vaksinasi yang sudah digelar TNI, kepolisian dan kejaksaan ini juga diikuti oleh yang lainnya agar vaksinasi di Kabupaten Bandung cepat selesai sesuai target.
“Kita harapkan selesai sesuai dengan yang diharapkan pemerintah pusat,” katanya.
Gebyar Vaksin
Sementara itu Gebyar Vaksinasi dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa ke 61 yang di gelar di Transmart Bojongsoang, berlangsung aman dan lancar, Kamis (15/7).
Acara yang dihadiri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna itu animo masyarakatnya cukup tinggi.
Dia mengatakan, turut mendesak distribusi vaksin dari pusat ke daerah secepatnya.
“Kita mendesak itu untuk mengimbangi animo masyarakat yang sangat tinggi saat ini. Bahkan untuk mengejar target minimal 80 persen warga sudah harus divaksin pada Desember 2021 nanti,” kata Bupati Dadang Supriatna.
Masyarakat, lanjutnya, pengen divaksin. Tapi ketersedian vaksinnya ini masih kurang.
“Makanya saya minta pemerintah pusat untuk mendistribusikan vaksin sesuai kebutuhan. Kalau semua ingin 80 persen, saat ini vaksinnya segera turunkan, terimakasih,” tegasnya.
Pihaknya saat ini sudah mengajukan permintaan vaksin ke pemerintah pusat.
Seperti diketahui, Kabupaten Bandung menargetkan vaksinasi terhadap 2,4 juta penduduknya pada akhir tahun ini. Namun, ketersediaan vaksin masih jauh dari mencukupi.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengakui, vaksinasi yang sudah dilakukan masih jauh dari target.
“Progres vaksinasi saat ini baru 350.000 penduduk yang sudah melakukan vaksinasi. Masih jauh dari target,” katanya.
“Ketersediaan saat ini baru ada kiriman 20.000 vaksin,” lanjutnya.
Dalam vaksinasi, kata Grace, ada tiga unsur penting yang harus tersedia, yakni tenaga vaksinator, sasaran vaksinasi dan vaksin.
“Salah satunya tidak ada, maka tidak bisa terlaksana. Di kami tenaganya ada, masyarakat sebagai sasaran vaksinasi juga antusias, tinggal ketersediaan vaksinnya,” pungkas Grace. @pih