Search
Close this search box.

Tiket Green Dorong Tren Wisata Berkelanjutan di Indonesia

Dari kiri: Natasha Clairine dari Rumah Atsiri Indonesia, Gaery Undarsa dari Tiket.com, dan Eduard Rudolf Pangkerego dari Artotel Group./visi.news/ttgasia.com.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Tiket.com memperluas kolaborasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui gerakan Tiket Green dengan menggandeng Artotel Group dan Rumah Atsiri Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong perubahan industri pariwisata menuju praktik yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

Program Tiket Green selama ini berfokus pada dukungan terhadap mitra wisata yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Kini, inisiatif tersebut mulai mengarah pada konsep “accommodation with experience” yang tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga pengalaman perjalanan yang memiliki dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Co founder sekaligus Chief Marketing Officer Tiket.com, Gaery Undarsa, menyebut perubahan perilaku wisatawan mulai terlihat melalui meningkatnya minat terhadap perjalanan berkelanjutan.

Berdasarkan Tiket Travel Industry Outlook 2026, sebanyak 63 persen wisatawan telah memahami konsep wisata berkelanjutan dan 67 persen pernah menginap di akomodasi ramah lingkungan. Faktor utama yang mendorong tren tersebut antara lain keinginan berkontribusi terhadap lingkungan, mendukung komunitas lokal, serta mencari pengalaman perjalanan yang lebih bermakna.

“Tiket continues to expand Tiket Green, which as of 2025 has featured over 8,000 sustainable accommodation options across Indonesia and South-east Asia, (Tiket terus memperluas Tiket Green, yang hingga 2025 telah menghadirkan lebih dari 8.000 pilihan akomodasi berkelanjutan di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara),” kaya Gaery dikutip dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Kolaborasi dengan Artotel Group dinilai strategis karena jaringan hotel tersebut telah memiliki sertifikasi Global Sustainable Tourism Council serta menjalankan program keberlanjutan di sekitar 40 persen portofolionya.

Sementara Rumah Atsiri Indonesia menghadirkan pendekatan wisata regeneratif melalui konsep edukasi, eksplorasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis tanaman aromatik dan minyak esensial di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.

Baca Juga :  Lima Pemain Bersinar yang Terlewat Panggilan Timnas

Kemitraan ini memperlihatkan bahwa tren wisata berkelanjutan kini mulai bergerak dari sekadar konsep pemasaran menuju kebutuhan industri dan preferensi nyata wisatawan. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :