VISI.NEWS | BANDUNG – Bursa Efek Indonesia menempatkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk atau WBSA ke papan pemantauan khusus setelah masa suspensi perdagangan berakhir. Keputusan tersebut mulai berlaku efektif pada (5/5/2026) dan membuat saham WBSA diperdagangkan menggunakan skema full call auction atau FCA.
Langkah ini diambil karena saham WBSA memenuhi kriteria pemantauan khusus akibat mengalami suspensi lebih dari satu hari bursa yang dipicu aktivitas perdagangan. Sebelumnya, saham emiten sektor logistik itu disuspensi selama enam hari perdagangan sejak 24 April hingga (6/5/2026).
Masuknya saham ke papan FCA umumnya berdampak terhadap pola transaksi di pasar. Skema ini membatasi mekanisme perdagangan reguler sehingga dapat memengaruhi likuiditas, pergerakan harga, dan aktivitas investor jangka pendek.
Meski demikian, antusiasme pasar terhadap saham WBSA masih terlihat tinggi. Saat ini saham WBSA diperdagangkan di level Rp1.330 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp11,5 triliun.
Minat investor sebenarnya sudah terlihat sejak penawaran umum perdana saham atau IPO. Direktur Utama BSA Logistics, Edwin Wibowo, mengaku tidak menyangka tingginya respons pasar terhadap saham perusahaan.
“Jujur, saya sendiri juga tidak menyangka antusias pasar yang sangat positif terhadap penawaran saham kami dengan oversubscribed mencapai hampir 400 kali,” ujar Edwin dalam keterangannya dikutip, Kamis (7/5/2026).
Fenomena lonjakan minat terhadap saham baru seperti WBSA memperlihatkan tingginya perhatian investor terhadap sektor logistik. Namun di sisi lain, volatilitas perdagangan yang terlalu tinggi juga membuat regulator pasar harus melakukan pengawasan lebih ketat demi menjaga stabilitas transaksi dan perlindungan investor. @desi