VISI.NEWS |BANDUNG – Beberapa waktu lalu Anies Baswedan menyempatkan diri untuk mampir ke Celah Celah Langit (CCL), menemui seniman Iman Soleh.
Diketahui, hal tersebut dari unggahan instagram pribadi Anies Baswedan @aniesbaswedan (1/12/2023).
Anies Baswedan pada akun Instagram memposting beberapa foto saat berada di CCL besama Iman Soleh dan yang lainnya.
Ketika tulisan ini diturunkan postingan yang diunggah akun instagram Anies Baswedan sudah disukai sekitar 13.676.
Anies Baswedan menuliskan, ketika beberapa hari lalu dirinya mampir ke Bandung, sebelum melanjutkan perjalannya menuju Jakarta.
Datangnya ke Bandung tidak lain Anies Baswedan berkunjung ke rumah seniman Iman Soleh yang berada di kawasan Ledeng, Bandung.
“Beberapa hari yang lalu mampir ke Bandung sebentar, berkunjung ke rumah seniman Iman Soleh di Ledeng, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta,” ujarnya.
Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, Iman Soleh merupakan inspirasi bagi dirinya yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi menjaga sekaligus mengembangan tumbuhnya ekosistem seni.
“Iman Soleh adalah inspirasi. Beliau tidak saja menguasai aspek teknis seni, tapi menjaga dan mengembangkan sebuah ekosistem tumbuhnya seni,” lanjutnya.
Anies pun menyebutkan selain berkunjung juga menyelami gagasan yang kaya dengan keindahan, serta keberpihakan pada orang lemah.
“Mengunjungi Kang Iman dan keluarga adalah seperti menyelami lautan gagasan yang kaya dengan nuansa keindahan dan nuansa keberpihakan pada si lemah,” meneruskan.
Anies Baswedan kenal dengan seniman Bandung tersebut melalui sastrawan Taufiq Ismail, yang menyebutkan Iman Soleh pembaca puisi terbaik.
“Saya dikenalkan dengan Kang Iman oleh sastrawan Taufiq Ismail sekitar tahun 2007-2008. Beliau bilang, dia adalah pembaca puisi terbaik. Dan memang, saat Kang Iman baca puisi benar-benar memesona!” sambungnya.
“Keluarga Kang Iman adalah keluarga seniman yang kesehariannya menyatu dengan masyarakat sekitar sebuah sebuah komunitas seni bernama Celah Celah Langit,” ujarnya.
Anies Baswedan yang juga calon presiden 2024 yang diusung Partai Nasdem ini menyebutkan mengnai nama CCL yang awal mula menyebutnya seniman Sawung Jabo.
“Seniman Sawung Jabo dulu memberi nama Celah-celah Langit, karena tempat ini memang berada di tengah-tengah kampung padat penduduk, sehingga warga sekitar hanya bisa melihat langit dari celah-celah atap rumah yang saling berimpit. Tapi kemudian, CCL kerap dipelesetkan jadi Central Culture Ledeng, sebuah pusat kebudayaan yang berlokasi di wilayah Ledeng, Bandung,” terangnya.
“CCL menjadi wadah atau kantong kebudayaan bagi masyarakat sekitar untuk berkesenian dan berekspresi secara bebas,” katanya.
“Saat bertugas di Kemendikbud, kami membuat program Belajar Bersama Maestro dan salah satu Maestro yang dititipi pelajar SMA/SMK utk nyantrik (belajar & tinggal) adalah Kang Iman dan CCL-nya,” ungkapnya.
“Setiap kali mampir ke CCL selalu pulang dengan pembelajaran, dengan kenangan, dan rasa hormat pada semua yang menjaga kehidupan seni sebagai satu ekosistem,” pungkasnya.(kly)