VISI.NEWS|BANDUNG -Barcelona meraih kemenangan penting 4-2 atas Slavia Praha dalam lanjutan Liga Champions di Fortuna Arena, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. Namun kemenangan tersebut tidak datang dengan cara mudah. Kesalahan awal, tekanan tuan rumah, hingga cedera pemain kunci membuat laga ini menjadi ujian mental bagi tim asuhan Hansi Flick.
Slavia Praha langsung mengejutkan lewat gol cepat Vasil Kusej. Tekanan berlanjut ketika Barcelona justru mencetak gol bunuh diri melalui Robert Lewandowski dari situasi sepak pojok. Dalam kondisi tertinggal dan kehilangan kendali permainan, Barcelona dipaksa merespons cepat.
“Kami memulai laga dengan sangat buruk dan itu hampir menghukum kami,” ujar Hansi Flick. “Tetapi reaksi tim setelah itu menunjukkan karakter yang saya cari.”
Kebangkitan Barcelona dimotori oleh Fermin Lopez. Gelandang muda itu mencetak dua gol di babak pertama, memanfaatkan celah di lini belakang Slavia dan mengembalikan kepercayaan diri tim tamu.
“Saya hanya fokus membantu tim dan berada di posisi yang tepat,” kata Fermin Lopez. “Gol-gol ini penting, tetapi kemenangan jauh lebih penting.”
Momentum Barcelona semakin kuat di babak kedua setelah Dani Olmo masuk dari bangku cadangan. Tembakan kerasnya ke sudut atas gawang mengubah arah pertandingan. Marcus Rashford kemudian menambah energi dengan assist matang untuk gol Lewandowski yang menutup laga.
“Saya senang bisa memberi dampak langsung,” ujar Dani Olmo. “Kami butuh perubahan ritme dan itu berhasil.”
Di balik kemenangan tersebut, Barcelona harus membayar mahal. Pedri ditarik keluar karena cedera setelah tampil kurang maksimal di lini tengah. Kondisinya langsung memicu kekhawatiran mengingat perannya yang vital.
“Kami harus menunggu hasil pemeriksaan,” ucap Flick. “Kehilangan Pedri tentu akan menjadi pukulan besar.”
Hasil ini menjaga peluang Barcelona di fase grup, tetapi malam di Praha meninggalkan catatan penting: kemenangan diraih dengan perjuangan, sementara bayang-bayang cedera menjadi tragedi tersendiri bagi tim tamu.@fajar