Berdalih Bisa Menyadap Handphone, Kamil Harus Berurusan dengan Polisi

Petugas Satreskrim polres Tasikmalaya memperlihatkan barang bukti saat gelar perkara di Mapolres Jl. Letnan Harun Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis (4/6)./visi.news/ema rohima.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kemajuan teknologi ternyata bisa juga dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab guna mengambil keuntungan. Seperti yang dilakukan oleh Kamil (25) warga Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Cara Kamil beraksi yakni dengan melakukan penipuan berdalih bisa melakukan pelacakan lokasi GPS nomor handpone.

Kamil pun mematok tarif berbeda-beda. Untuk melacak lokasi nomor telepon seharga Rp 350.000, menyadap aplikasi WhatsApp seseorang Rp 950.000, sampai membajak media sosial seperti Face Book, Twitter, dan Instagram dihargai lebih mahal yakni Rp 1.200.000.

Harga tersebut untuk satu kali permintaan bantuan. Jika minta berkali-kali maka tentunya dilipatgandakan.

Pelaku melakukan aksi penipuan dengan menawarkan jasanya tersebut melalui situs website online. Ternyata, korbannya pun cukup banyak.

Hingga akhirnya aksi penipuan itu berhasil dibongkar oleh jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya, setelah para korbannya melaporkan.

Pelaku berhasil dibekuk oleh polisi dan kini mendekam di hotel prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo Tarigan dalam komferensi pers, Kamis (4/6) mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus aksi penipuan yang terjadi lewat situs online.

Hal ini berawal dari laporan korban yang mengaku ditipu pelaku setelah jasa pelacakan GPS nomor hadpone tidak membuahkan hasil.

Dalam aksinya pelaku sengaja membuat website atau situs sendiri berisikan penawaran jasa melacak nomor telpon, menyadap WhatsApp hingga hack media sosial.

“Padahal semua itu hanya tipu dayanya saja. Adapun para korbannya merasa tertarik dan tidak menyadari bahwa itu hanyalah penipuan,” jelas AKP Siswo.

Menurutnya, dengan bermodalkan sebuah handpone dan kuota, pelaku mengambil peluang dengan membuka jasa pelacakan GPS nomor handpone, menyadap WhatsApp, hingga meng-hack media sosial.

Pelaku mematok tarif berbeda-beda. Untuk melacak lokasi nomor telepon seharga Rp 350.000, menyadap aplikasi WhatsApp seseorang Rp 950.000, sampai membajak media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram dihargai lebih mahal yakni Rp 1.200.000. Harga tersebut untuk satu kali permintaan bantuan. Jika minta berkali-kali maka tentunya dilipat gandakan.

“Jadi korban berniat menggunakan jasa lacak nomor handphone lewat situs atau website www.lacaklokasiakurat.com milik pelaku, namun malah ditipu,” tuturnya.

Dikatakannya, para korban yang tertarik langsung mengtransfer uang ke rekening pelaku. Namun ternyata pelacakan yang diharapkan tidak ada hasilnya.

“Merasa telah ditipu, kemudian para korban melapor. Atas dasar laporan para korban itulah Satreskrim Polres Tasikmalaya menyelidiki kasusnya,” tandas Siswo.

Pelaku berhasil diketahui identitasnya yakni Kamil (25) dan merupakan warga Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Pelaku juga ternyata seorang residivis kasus penggelapan. Pelaku pun diciduk tanpa perlawanan.

“Korbannya diperkirakan cukup banyak. Kami masih mendalami hal itu. Jadi kepada para korban diharapkan segera melapor ke kami,” ucap Siswo.

Dijelaskan Siswo, barang bukti yang disita, antara lain satu buah handphone milik pelaku dan bukti transaksi pelaku dengan korban melalui pesan WhatsApp di handphone miliknya.

“Sebab dalam setiap aksinya pelaku berkomunikasi dengan korban lewat handphone dan pesan WhatsApp. Nomor tersebut tercantum di webset yang dikelola pelaku,” katanya.

Setelah deal mengenai harga dan menentukan jenis jasa, tambah Siswo, lalu korban diminta mentransfer uang sesuai tarif. Akan tetapi setelah ditransfer, pelaku malah menghilang dan tidak bisa dihubungi.

Korbannya, lanjut Siswo, bahkan ada dari luar Jawa Barat, dengan kerugian korban hingga Rp 1 juta uang yang ditransfer kepada pelaku.

Kini polisi pun masih memburu satu orang teman pelaku yang masih buron. Sebab dalam bekerja pelaku tidak sendirian melainkan dibantu satu orang temannya. @erm

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Asyiiik....Jajaran Polsek Tasik Ramai-ramai Berkebun dan Pelihara Ikan Wujudkan Ketahanan Pangan Warga

Kam Jun 4 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Seluruh polsek di wilayah hukum (wilkum) Polres Tasikmalaya Kota secara serentak melakukan aksi kegiatan bermitra dengan masyarakat yaitu memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di wilayah hukumnya masing-masing. Upaya tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 menuju ‘new […]