VISI.NEWES | BANDUNG – Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil (RK), tengah menjadi sorotan tajam dari para suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Usaha RK untuk meraih dukungan dengan menyatakan kecintaannya pada seluruh aspek Jakarta, termasuk Persija, ternyata menimbulkan reaksi keras dari pendukung tim Ibu Kota tersebut.
Hal ini terjadi karena latar belakang RK yang erat dengan Persib Bandung, klub yang menjadi rival berat Persija di kancah Liga Indonesia. Keterikatan RK dengan bobotoh, sebutan untuk suporter Persib, membuat banyak anggota Jakmania merasa keberatan dengan pencalonannya sebagai gubernur Jakarta.
Menanggapi situasi ini, Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), salah satu kelompok suporter Persib, turut memberikan pandangan mereka. Menurut Ketua Umum Bomber, Dian Purnama, RK tak bisa dipisahkan dari Persib dan kecintaannya terhadap bobotoh serta klub kebanggaan warga Bandung itu sangat mendalam.
“Pada dasarnya, RK dikenal sebagai Kang Emil, bukan Bang Emil. Jadi, sudah menjadi identitas yang kuat di seluruh Indonesia bahwa Kang Emil dan Persib tak terpisahkan,” ujar Dian, yang akrab disapa Apin, dalam percakapannya dengan detikJabar pada Sabtu (31/8/2024).
Apin menambahkan bahwa kecintaan RK pada Persib dan bobotoh tidak akan luntur, meski ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta. Ia mengingat kembali momen ketika pada tahun 2014, RK memfasilitasi penerbangan pesawat kargo Hercules ke Palembang agar bobotoh bisa menyaksikan Persib bertanding, dan bahkan RK ikut bergabung dengan bobotoh di tribun Stadion Jakabaring.
Menurut Apin, penolakan dari Jakmania terhadap langkah RK adalah sesuatu yang wajar, mengingat betapa eratnya ikatan RK dengan Persib. “Reaksi dari The Jak itu pasti ada, banyak yang berkomentar macam-macam,” ungkapnya.
Meski demikian, Apin juga menekankan bahwa kepentingan politik RK tidak seharusnya dicampuradukkan dengan dunia sepak bola. Ia memahami bahwa sebagai calon gubernur Jakarta, RK perlu merangkul semua elemen di kota tersebut, termasuk Persija dan Jakmania.
“Ini soal politik, dan jika Kang Emil maju di Jakarta, tentu ia harus beradaptasi dengan kondisi di sana. Jika terpilih, mau tak mau, ia harus mengurus Persija dan Jakmania,” jelas Apin.
Namun, Apin menegaskan bahwa urusan sepak bola dan politik harus dipisahkan. “Suporter, baik itu The Jak maupun bobotoh, berada di ranah yang berbeda dengan politik. Saya pribadi tidak melihat ada alasan untuk kecewa, karena ini adalah urusan politik, bukan soal bobotoh atau The Jak,” katanya.
Apin pun meyakini bahwa pada akhirnya, RK, sebagai seorang Sunda, akan selalu memiliki hati untuk bobotoh dan Persib. “Orang Sunda, kemana pun pergi, pada akhirnya akan kembali ke tanah kelahirannya. Saya yakin, hati Kang Emil tetap untuk bobotoh dan Persib,” pungkasnya.
@maulana