Search
Close this search box.

Sinergi Wujudkan Astacita, Desa Citaman Bentuk Tim Desain Arsitek Betah di Desa

Tim kolaboratif Arsitek Betah di Desa bersama unsur pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat usai pembentukan tim desain di Desa Citaman, Nagreg, Sabtu (16/5/2026). /istimewa
Tim kolaboratif Arsitek Betah di Desa bersama unsur pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat usai pembentukan tim desain di Desa Citaman, Nagreg, Sabtu (16/5/2026). /istimewa

Bagikan :

VISI.NEWS | NAGREG – Pemerintah Desa Citaman resmi membentuk tim kolaboratif bernama Arsitek Betah di Desa sebagai langkah awal menyusun skema perencanaan pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan visi Astacita Republik Indonesia.

Pembentukan tim ini mendapat dukungan dari DIKTI Kementerian Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, tim diketuai oleh M. Ilham Aqie Almunawwar serta didampingi akademisi Universitas Islam Bandung (Unisba), yakni Intan Nurrachmi dan Igun Weishaguna.

Keunikan tim desain tersebut terletak pada komposisi anggotanya yang melibatkan beragam unsur masyarakat. Skema kolaboratif ini dibentuk agar perencanaan desa tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga lahir dari kebutuhan nyata warga di lapangan.

Adapun delapan pilar utama yang tergabung dalam tim meliputi warga yang memiliki pengetahuan arsitektur, unsur organisasi masyarakat seperti Karang Taruna, Puskesos, dan koperasi, pelaku UMKM, unsur administrasi desa, pelaku pendidikan, pengelola isu persampahan dan lingkungan, pelaku budaya, serta pelaku kesehatan.

Sebagai langkah awal, tim mengusung tema Taman Cika-Cika. Konsep ini dirancang sebagai ruang publik yang diharapkan mampu menghadirkan suasana ramah dan menyenangkan bagi para pelajar di Desa Citaman.

“Kami ingin menciptakan ruang publik yang tidak hanya estetik, tetapi juga memiliki fungsi psikologis. Taman Cika-Cika akan menjadi tempat di mana anak-anak dan pelajar di Desa Citaman bisa belajar, bermain, dan berinteraksi dengan bahagia, sehingga mereka betah membangun tanah kelahirannya sendiri,” ujar perwakilan tim pendamping, Sabtu (16/5/2026).

Dengan sinergi antara akademisi Unisba, dukungan DIKTI, dan semangat gotong royong warga, Pemerintah Desa Citaman optimistis skema perencanaan tata ruang tersebut dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Indonesia.

Baca Berita Menarik Lainnya :