VISI.NEWS | BANDUNG – Kabupaten Bandung memiliki beragam oleh-oleh khas yang sarat dengan cita rasa dan nilai budaya. Salah satu yang masih bertahan hingga kini adalah Borondong Garing “Madu Rasa”, camilan tradisional berbahan dasar ketan asli yang telah menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.
Borondong Garing “Madu Rasa” diproduksi secara rumahan oleh Ma Erah di Kampung Sangkan Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Meski diolah dengan cara tradisional, proses pembuatannya tetap memperhatikan kebersihan dan kehigienisan, sehingga aman untuk dikonsumsi berbagai kalangan.
“Keistimewaan borondong garing ini terletak pada bahan bakunya. Ketan asli dipilih dengan cermat, kemudian diolah hingga menghasilkan tekstur renyah dengan rasa manis yang khas. Paduan rasa gurih ketan dan manis madu menjadikan borondong garing digemari sebagai teman santai maupun buah tangan,” ungkap H. Udung, putra dari Ma Erah, beberapa waktu lalu.
Produk Borondong Garing “Madu Rasa” buatan Ma Erah juga telah mengantongi izin dari Departemen Kesehatan (Depkes). Hal ini menjadi jaminan mutu sekaligus menambah kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk tradisional tersebut. Maka, tidak heran saat weekend banyak pengunjung yang datang ke tempat produksi borongdong ini, yang sekarang di kelola oleh anak dan cucunya Ma Erah.
Menariknya, borondong garing bukan sekadar camilan, tetapi juga telah menginspirasi karya seni. Camilan khas ini bahkan diabadikan dalam sebuah lagu berbahasa Sunda berjudul “Borondong Garing” ciptaan Rudy Rusady, yang menggambarkan suasana pedesaan dan kenangan emosional masyarakat Priangan.
Syair lagu tersebut menceritakan borondong garing yang berkeliling kota dan perkampungan, menjadi saksi perjalanan hidup para pedagang kecil yang menjajakan dagangannya dengan penuh ketekunan dan harapan. Liriknya juga sarat dengan nuansa rindu dan kehangatan suasana malam di tanah Sunda.
Dalam bait lain, lagu tersebut menyebut borondong garing sebagai oleh-oleh khas Priangan yang dikenal di wilayah Majalaya, Soreang, Banjaran, hingga Bandung. Camilan ini digambarkan sebagai pengikat kenangan bagi siapa pun yang pernah mencicipinya.
Borondong garing tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan sejarah. Keberadaannya mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam mengolah bahan sederhana menjadi panganan bernilai tinggi.
Hingga kini, Borondong Garing “Madu Rasa” tetap menjadi pilihan oleh-oleh khas Kabupaten Bandung. Perpaduan rasa, cerita, dan tradisi membuat camilan ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan kuliner yang patut dijaga dan dilestarikan.
@uli