VISI.NEWS – Untuk penguatan usaha kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung, Bupati HM Dadang Supriatna sudah menyiapkan skema pembiayaan melalui Dana Solusi UMKM. Selain itu, khusus untuk umbi porang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menganggarkan bantuan modal Rp 180 juta per hektar.
“Mangga bilih aya anu bade daftar, kita menyiapkan anggaran Rp 180 juta per hektar untuk penanaman umbi porang dan kalau berhasil menanam komoditas ini, penghasilan per hektar bisa mencapai Rp 500 juta, ” ungkapnya pada kegiatan penanaman perdana jagung hibdrida di Desa Cikasungka, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Senin (3/5/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Manajer CV. Mitra Bumi Soni Saefullah, Kadis Pertanian dan Pangan Tisna Umaran, Camat Cikancung Maksum, S.Sos, Kapolsek AKP Iwan Cahyadi, Dan Ramil Kapt. Art. Tedi Supian, Kades Cikasungka Yusuf Sugiona, MUI Desa Cikasungka, para kepala desa se Kecamatan Cikancung, Apdesi, BPD, LPMD, dan tim Bedas.


Bupati mengatakan, Visi Pemerintah Kabupaten Bandung adalah terwujudnya masyarakat kabupaten Bandung yang bangkit edukatif dinamis agamis dan sejahtera dengan salah satu misinya membangkitkan daya saing masyarakat melalui dukungan penuh pada petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil.
“Yang mana salah satu implementasi dalam bidang pertanian adalah penyediaan kartu tani di Kabupaten Bandung. Kartu tani menjadi era baru untuk mensejahterakan petani di Kabupaten Bandung yang diharapkan memberikan dampak posif bagi semua kalangan, yang terpenting manfaat bagi para petani,” ujarnya.
Jagung, katanya, merupakan komoditas tanaman pangan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, dalam sisi agrobisnis, pakan, pangan dan peluang ekspor jagung masih sangat berpeluang untuk lebih ditingkatkan produksi. Jagung sebagai pangan dan bahan industri akan memberikan nilai tambahnya dengan teknologi pengolahan. Beberapa produk olahan berbahan jagung seperti emping, sirup glukosa, fruktosa, bahan baku minyak jagung, pakan ayam dan lain-lain.
“Oleh karena itu dalam masa pemerintahan tahun 2021-2026, pemerintah daerah memiliki target produktivitas jagung di Kabupaten Bandung terus meningkat. Selain itu, dengan penanaman jagung diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, mengurangi pengangguran dan meningkatkan peluang kerja serta menurunkan angka kemiskinan,” tandas Dadang.
Mulai saat ini, katanya, kita harus bangkit walaupun dalam kondisi pandemi, sesuai dengan arahan Presiden dengan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), kita mulai dengan pangan. “Saya optimis bahwa peningkatan kesejahteraan ekonomi di Kabupaten Bandung di semua sektor termasuk pangan dimulai dari Desa Cikasungka, insya Allah petani akan sukses di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Terobosan
Lebih lanjut Bupati Dadang Supriatna mengatakan, penanaman jagung hibrida ini juga merupakan terobosan dalam memanfaatkan ketersediaan lahan di Kabupaten Bandung yang kemudian diharapkan mempu menghasilkan produksi jagung yang maksimal. Untuk itu, katana, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, agar proses produksi jagung ini dapat berjalan dengan baik. “Mari kita sambut inovasi yang dilakukan oleh patani dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung,” ajak Dadang.
Ini juga, katanya lebih lanjut, merupakan awal yang baik dalam rangka penanaman jagung diharapkan ini menjadi rol model penanaman jagung yang lebih luas lagi serta dapat ditiru oleh masyarakat di wilayah lainnya, karena tanaman jagung ini, sangat potensial bila terus dikembangkan untuk mencukupi kebutuhan pangan.
“Jika produksi jagung di Kabupaten Bandung ini berhasil maka tidak menutup kemungkinan membangun pabrik pengolahan jagung. Kebetulan sekarang juga sudah ada di Cicalengka pabrik pengolahan jagung, di Brebes juga,” katanya
Sementara itu, Kades Cikasungka Kades Cikasungka Yusuf Sugiono dalam laporannya mengatakan bahwa penanaman perdana jagung hibrida di desanya dilakukan oleh kelompok tani (Poktan) CV Mutiara Budi. “kebetulan potensi utama desa ini dari pertanian, ada juga UMKM sapilidi dan wayang golek, makanan olahan serta produksi sepatu,” jelasnya.
Desa tersebut, kata Yusuf memiliki luas wilayah 246,6 hektar dengan jumlah penduduk 13, 506 jiwa, 3726 KK, ada empat Poktan, dua KWT dan tiga Mitra Cai.
“Kegiatan penanaman jagung hibrida ini menjadi alternatif baru bagi petani dan kelompok tani di sini agar dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi. Semga Pemerintahan Kabupaten Bandung bisa sinergis dengan pemerintah desa, dalam pembangunan fisik dan SDM unggul. Kami siap mendukung program Bedas, yang artinya Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera,” pungkas Yusuf.@maf