Dalam Akselerasi Vaksinasi, Kang DS, “Atasi Kendala di Lapangan! “

Editor Bupati HM Dadang Supriatna didampingi Asisten Ruli Hadiana. /visi.news/ist
Silahkan bagikan
  • Bupati Dorong Seluruh Kecamatan Capai Vaksinasi 60% Akhir Oktober

VISI.NEWS | SOREANG – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menginstruksikan para camat agar gencar mengakselerasi vaksinasi.

Intruksi itu dilontarkan bupati dalam upaya mencapai target vaksinasi 60% di seluruh kecamatan, pada akhir bulan Oktober ini.

“Saya minta tiap kecamatan, untuk bisa membuat jadwal langsung. Jadwal ini nanti harus disepakati oleh Dinas Kesehatan, para camat dan para kades. Dengan kerjasama berbagai pihak, saya optimis kita semua bisa mencapai angka yang sudah kita targetkan,” ungkap bupati Dadang Supriatna saat ditemui di Rumah Jabatannya beberapa waktu lalu.

Selain meminta menggencarkan pelaksanaan vaksinasi, ia menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut antara lain penyediaan vaksin dan tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk nakesnya kita sudah anggarkan, maka saya harap sudah tidak ada lagi kendala, entah itu kekurangan vaksin atau kekurangan nakes. Karena semuanya sudah kita sediakan, masyarakat hanya perlu mendaftarkan diri dan datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh panitia,” ujarnya.

Sementara itu, bupati menilai pelaksanaan vaksinasi yang sudah dilakukan oleh Pemkab Bandung tidak luput dari berbagai kendala. Salah satunya keterbatasan akses transportasi yang terjadi di beberapa kecamatan, sehingga menyulitkan masyarakat untuk datang langsung ke lokasi vaksin.

“Kecamatan yang berada di daerah pegunungan, kadang terkendala oleh jarak tempuh. Ada beberapa wilayah yang tidak bisa dilalui oleh mobil, sehingga kita harus mempunyai strategi khusus untuk mengantisipasi itu. Apakah dengan vaksinasi jemput bola ke setiap rumah atau strategi lainnya yang harus kita pikirkan bersama,” jelas orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu.

Tak hanya terkendala jarak, menurutnya masyarakat di daerah pegunungan banyak yang meminta jadwal pelaksanaan vaksinasi di siang hari. Hal itu mengingat banyak masyarakat petani yang bekerja sejak pagi hingga menjelang siang.

Baca Juga :  BRIN Buka Peluang Hilirisasi Riset Logam Tanah Jarang

“Kadang-kadang mereka minta waktunya setelah ba’da dzuhur. Tentu akan kita fasilitasi pendistribusian vaksin dan nakesnya. Tapi saya minta masyarakatnya harus hadir semua, tidak ada alasan lain karena semuanya sudah kita siapkan,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Kang DS itu pun berharap, kendala yang terjadi tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin. Kondisi covid-19 yang sudah melandai, dinilainya harus tetap diiringi oleh protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi.

“Saya mohon kerja sama dari semuanya, pelaksanaan vaksin harus sukses. Kalau sukses, insya Allah kita juga akan hidup nyaman, aman dan kembali pada kehidupan normal,” pungkasnya.@alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PSSI Kaji Kompetisi BRI Liga 1 Ada Penonton

Sab Okt 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – PSSI dan PT LIB berencana untuk lanjutan kompetisi BRI Liga 1 akan ada penonton. Rencana ini merespons keinginan pemerintah yang menginginkan lanjutan kompetisi 2021-2022 ada penonton dengan persentase terbatas. Namun, akan ada tahapan penyesuaian, analisis, dan survei lebih dahulu sebelum akhirnya kompetisi dibuka untuk penonton. […]