Search
Close this search box.

Di Keluhkan Warga Saat Nyebrang, Warga Inginkan Jembatan Penyeberangan

Melawan maut, Warga melintasi jalur protokol lalulintas di wilayah perbatasan yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Sabtu (3/10)./visi.news/yusup supriatna.

Bagikan :

VISI.NEWS — Warga Dua Kabupaten yakni Kp. Dandeur Desa Bojong Loa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung dan Kp. Perapatan Dangdeur Desa Mekar Galih Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat, mengeluhkan saat ingin melakukan penyebrangan jalan raya lalulintas dari dua arah.

Pantauan VISI.NEWS dilapangan, Warga yang ingin menyebrang kedua arah tersebut menyebrang sendiri dan juga dibantu oleh warga yang menjadi pembantu penyeberangan.

Kekhawatiran warga juga, terlihat ramainya R4 dan R2 yang melintasi. Kondisi tersebut, bahkan dari informasi yang diterima, terkadang terjadinya kecelakaan warga yang melintas tertabrak baik oleh R4 maupun R2.

Kekhawatiran warga salah satunya dirasakan oleh Asep Saefudin warga Dangdeur Desa Bojong Loa Kecamatan Rancaekek. Kata ia, setiap harinya menyebrang jalur ini sebanyak 3 sampai dengan 4 kali.

“Jika tidak ada yang penting, males untuk keluar jika menyeberangi jalur ini. Jika ada yang penting bisa sampai 4 kali menyebrang,” jelas Asep Kepada VISI.NEWS dilokasi. Sabtu (3/10).

Menurut Asep, sejak lama bahkan ketika jalan ini dibangun 20 tahun lamanya bahkan lebih, belum pernah ada jembatan sama sekali di wilayah ini.

Lanjut Asep, Warga dari dua kabupaten ini sangat menginginkan jembatan penyeberangan. “Seperti yang terlihat, Warga yang akan menyebrang ini jelas dihantui perasaan wae was dan takut jika menyebrang. Bahkan resikonya maut,”keluhnya.

Hal senada Nining warga Prapatan Dangdeur Desa Mekar Galih Kecamatan Jatinangor. Kata ia, keinginan warga sudah lama disampaikan baik kepada pengurus tingkat RT, RW bahkan ke tingkat Desa.

“Seharusnya kedua pemerintah peka terhadap situasi dilapangan. Tuntuannya ini harus didengar oleh pemerintah, apa harus menunggu korban selanjutnya lagi, keluhnya.

Pihaknya berharap kedua Pemerintah yakni Kabupaten Bandung dan Sumedang duduk bersama, dengar aspirasi warganya. “Saya mohon Bupati Bandung dan Bupati Sumedang turun langsung kelapangan, mengecek langsung kondisi dilapangan.

Baca Juga :  Bencana di Kota Sukabumi Timbulkan Kerugian Hingga Rp 5 miliar

“Jika sayang sama warga, secepatnya dibangun jembatan penyeberangan. Ini untuk kepentingan masyarakat banyak serta menghindari warga yang menjadi korban kecelakaan akibat menyebrang ini,” pungkasnya. @yus

Baca Berita Menarik Lainnya :