VISI.NEWS|BANDUNG -Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu topik hangat jelang bursa transfer musim panas. Di tengah agenda pemilihan presiden klub dan potensi perubahan arah kebijakan, penyerang asal Inggris itu tetap menunjukkan satu sikap tegas: ingin bertahan secara permanen di Barcelona.
Rashford menjalani musim yang impresif bersama Blaugrana. Dari 34 penampilan di semua kompetisi, ia mencetak 10 gol dan menyumbang 13 assist. Kontribusinya membantu Barcelona bersaing di papan atas La Liga, melaju di Liga Champions dan Copa del Rey, serta mengamankan trofi Piala Super Spanyol.
Dalam podcast Transfer Insider dari Football Insider, jurnalis Pete O’Rourke mengungkap adanya keinginan bersama antara pemain dan klub untuk melanjutkan kerja sama.
“Saya pikir ada kemauan dari klub dan pemain untuk memperpanjang masa tinggalnya di Camp Nou. Dia menjalani musim yang produktif sejauh ini,” ujar O’Rourke.
Ia juga menekankan pentingnya peran Rashford dalam keberhasilan Barcelona musim ini. “Dia membantu Barcelona memuncaki La Liga, mereka lolos ke babak berikutnya Liga Champions, sudah memenangkan Piala Super, dan juga mencapai semifinal Piala Raja,” katanya.
Meski persaingan di lini depan cukup ketat dan membuat Rashford beberapa kali keluar-masuk starting XI, pelatih Hansi Flick disebut terkesan dengan etos kerja serta fleksibilitas sang pemain. Rashford dinilai mampu memberi variasi serangan sekaligus pengalaman di laga besar.
Dalam kesepakatan peminjaman, Barcelona memiliki opsi untuk mempermanenkan transfer senilai 26 juta paun. O’Rourke menyebut situasi ini cukup terbuka selama tidak ada gejolak besar dalam struktur manajemen klub.
“Rashford bahagia di sana dan Barcelona tentu juga sangat puas dengan waktunya di klub,” ujarnya.
Presiden klub saat ini, Joan Laporta, dikabarkan menjadi salah satu pendukung kuat transfer permanen tersebut. Namun pemilihan presiden yang akan berlangsung dalam waktu dekat sempat memunculkan spekulasi baru.
“Joan Laporta adalah penggemar besar Marcus Rashford dan, seperti yang saya katakan, jika dia tetap menjabat, saya sepenuhnya memperkirakan kesepakatan akan dirampungkan,” kata O’Rourke.
Ia menambahkan bahwa faktor terpenting tetap datang dari keinginan sang pemain. “Dari sisi Rashford sendiri juga ada keinginan untuk bertahan di Barcelona setelah masa pinjaman ini.”
“Jadi ya, meskipun mungkin ada sedikit hambatan jika Laporta tidak terpilih kembali, saya tetap berpikir Barcelona ingin menyelesaikan kesepakatan ini.”
“Yang lebih penting, Marcus Rashford juga ingin kesepakatan itu terjadi,” tegasnya.
Di tengah ketidakpastian politik internal klub, sinyal dari ruang ganti dan jajaran pelatih justru menunjukkan stabilitas. Laporan terbaru menyebut pemilihan presiden seharusnya tidak berdampak signifikan terhadap masa depan Rashford, karena performanya dinilai konsisten dan sesuai kebutuhan tim.
Kini, keputusan akhir tinggal menunggu negosiasi resmi dan kepastian arah kepemimpinan klub. Namun satu hal sudah jelas, Rashford tidak lagi memandang kembali ke Manchester United sebagai opsi utama. Fokusnya tertuju pada Camp Nou dan proyek jangka panjang Barcelona.@fajar