VISI.NEWS | BANDUNG – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Barat (Jabar) mencatat, angka kasus kekerasan seksual terhadap anak pada tahun 2021 mengalami kenaikan.
Manajer Program LPA Jabar, Dianawati mengatakan, meningkatnya angka kasus kekerasan seksual pada anak tersebut, diketahui sesuai laporan yang masuk ke LPA Jabar, puncaknya terjadi pada bulan Oktober 2021.
“Per minggu ketiga di bulan Oktober 2021 saja, terdapat 14 kasus pelecehan seksual terhadap anak, 2 kasus penelantaran, 1 kasus sodomi, 2 kekerasan fisik, dan 2 kekerasan psikis,” katanya.
Kepada VISI.NEWS, Selasa (28/12/21), Dianawati mengungkapkan, berbagai kasus yang dilaporkan oleh para korban ini, merupakan kejadian lama yang baru dilaporkan oleh anak maupun orang tuanya.
“Jadi berdasarkan data yang dihimpun, Open Data Pemprov Jabar, terdapat lebih dari 1.400 kasus, angka ini kelipatan dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Adapun salah satu penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak ini diakibatkan oleh pola asuh orang tua dan kondisi ekonomi, bahkan terdapat adanya korban meninggal akibat pelecehan seksual.
“Anak takut untuk lapor orang tua, takut dimarahi orang tuanya, ditambah takut oleh pelaku, jadi tambah takut korbannya, dan bahkan sempat ditemukan ada korban hingga meninggal dunia,” ujar Dianawati
Terakhir, Dianawati berharap agar pihak kepolisian bisa menangani kasus kekerasan terhadap anak ini dengan cepat, selain itu Pemprov Jabar pun diminta untuk terus memfasilitasi berbagai kebutuhan di rumah aman bagi para korban.
“Pemprov Jabar memang sudah memiliki rumah aman, rumah aman ini dimaksudkan untuk menjadi tempat berlindungnya para korban kekerasan terhadap anak, saya berharap fasilitasnya bisa dilengkapi,” pungkasnya.@ eko