Search
Close this search box.

Dibuka Hijau, IHSG Tiba-Tiba Ambruk 1%, Apa Pemicunya?

Ilustrasi./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan tajam pada perdagangan Selasa pagi, 12 Mei 2026. Setelah sempat dibuka menguat hingga 1 persen, indeks mendadak berbalik melemah lebih dari 1 persen hanya dalam waktu sekitar 15 menit perdagangan.

Per pukul 09.16 WIB, IHSG turun ke level 6.831,84 atau melemah 1,07 persen. Situasi ini menunjukkan tingginya tekanan jual di pasar saham domestik di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pengumuman review MSCI.

Saham teknologi menjadi penekan terbesar indeks dengan koreksi mencapai 3,43 persen. Sektor utilitas menyusul turun 2,85 persen, sementara sektor konsumer primer, kesehatan, dan konsumer non primer juga bergerak di zona merah.

Pergerakan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau MORA menjadi salah satu pemicu utama perubahan arah IHSG. Saham tersebut sempat melesat lebih dari 15 persen pada awal perdagangan dan menjadi motor penguatan indeks. Namun tidak lama kemudian, MORA justru anjlok hingga menyentuh batas auto reject bawah sebesar 15 persen ke level 7.650.

Tekanan terhadap IHSG juga datang dari saham saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk menjadi penekan signifikan indeks, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Astra International Tbk. Saham perbankan besar seperti PT Bank Mandiri dan PT Bank Rakyat Indonesia juga kompak bergerak di zona merah.

Pelaku pasar disebut cenderung melakukan aksi jual sambil menunggu hasil evaluasi MSCI terhadap pasar Indonesia. Kekhawatiran muncul karena Indonesia berpotensi mengalami penurunan bobot dalam indeks global tersebut yang dapat memicu arus keluar dana asing.

Di tengah situasi itu, regulator menilai reformasi pasar modal tetap diperlukan meski berpotensi menimbulkan tekanan jangka pendek. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil pengumuman MSCI sambil tetap mendorong penguatan integritas pasar modal Indonesia.

Baca Juga :  Dramatis Enam Gol, Manchester City Kehilangan Momentum Juara

“Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah. Tapi Insya Allah long term gain,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026). @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :