Diduga Akibat Ngecas HP, RM Padang di Ciparay Terbakar

Editor Gugum Gumilar Camat Ciparay, Kabupaten Bandung, melihat langsung kejadian kebakaran di lokasi, Senin (12/10/2020)./visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sebuah Rumah Makan (RM) Padang milik Eri Hapendi di Jalan Raya Laswi, tepatnya Kp. Karasak RT 02/ RW 07 Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ludes terbakar, Senin (12/11/2020) pukul 07.05 WIB.

Kebakaran yang terjadi diduga akibat korsleting listrik. Dimana diduga terjadinya arus listrik akibat HP yang sedang di cas di salah satu ruangan.

Camat Ciparay Kabupaten Bandung Gugum Gumilar mengatakan, bangunan yang terbakar yakni bangunan permanen RM Padang dan mes karyawan. Kata dia, informasi adanya kejadian kebakaran ini pada pukul 07.05 WIB setelah warga melaporkan langsung dan diterima oleh aparat kecamatan yang langsung disampaikan kepada petugas Damkar.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas dari kecamatan langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran Pos Ciparay dan meluncur ke TKP.

“Petugas langsung merespon dan olah TKP dengan melakukan pemadaman. Petugas lainnya mengatur arus lalulintas di sekitar kejadian. Lima menit menuju lokasi, petugas tiba ke lokasi pada pukul 07.10 WIB,” jelas Gugum kepada VISI.NEW,  di lokasi kejadian.

Menurut Gugum, petugas berhasil menguasai dan memadamkan api pada pukul 08.55 WIB. Guna memadamkan api, petugas Damkar di bantu warga, aparat kepolisan, aparat Kecamatan Ciparay, Dishub dan Koramil Ciparay.

“Untuk pemadaman, pos Damkar mengerahkan 1 unit pancar dan 1 unit rescue pos Ciparay dan dibantu 1 unit supply pos Baleendah,” jelasnya.

Gugum menambahkan, jumlah penghuni yang berada di mes terbakar tersebut 4 orang. Sambung Gugum data informasi petugas diantaranya luas area kebakaran 12 X8 m², Nilai aset keseluruhan Rp. 400 juta.

“Untuk nilai aset kerugian ditaksir 350 juta dan nilai aset terselamatkan sebesar 50 juta,” tuturnya.

Baca Juga :  Komunitas Adat Indonesia Ditetapkan Pemenang Equator Prize 2020

Lanjut Gugum, dalam kejadian ini tidak ada korban. Kata dia, guna antisipasi hal yang tidak diinginkan, petugas melakukan tindakan berupa pendinginan dan overhaul serta di lanjut pendataan.

“Diharapkan warga masyarakat harus lebih teliti dan berhati-hati ketika menggunakan listrik. Selalu periksa jaringan listrik. Diharapkan juga, jangan sampai banyak mencolokkan cas HP kepada listrik terlalu banyak,” pungkasnya.@yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Serikat Pekerja di Kota Solo Sebut Omnibus Law dengan "Undang-Undang Cilaka"

Sen Okt 12 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Surakarta, Wahyu Rahadi, menyatakan, pihaknya mendukung maksud baik diundangkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Namun dia menyayangkan, dalam pembahasan RUU tersebut tidak melibatkan perwakilan pekerja dan buruh, bahkan tidak ada pintu terbuka bagi kalangan pekerja dan buruh untuk mencari […]