Diduga Pungli, Mantan Kabid  Pemkab Bandung Dituntut 1 Tahun 3 Bulan

Ilustrasi./idn times/sukma shakti.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Mantan Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Pemkab Bandung Maman Sudrajat dituntut hukuman 1 tahun 3 bulan penjara karena diduga kuat melakukan pungutan liar (pungli) kepada sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Bandung.

Jaksa penuntut umum menuntut Maman Sudrajat dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi jenis suap, sebagaimana diatur di Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

“Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana melakukan pemungutan uang secara tidak sah kepada sejumlah kepala sekolah senilai Rp 52 juta,” ujar jaksa Wahyu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Rabu (3/6), seperti dilansir Idn Times.

Sidang kali ini digelar secara daring (dalam jaringan, red.). Terdakwa Maman Sudrajat tetap berada di Rutan Bandung dan terkoneksi melalui video conference. Jaksa, majelis hakim, dan penasihat hukum berada di ruang sidang 1. 

Karena terbukti bersalah, jaksa meminta majelis hakim agar menjatuhkan hukuman berupa pidana penjara pada terdakwa. 

“Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dan diharuskan membayar denda Rp 52 juta subsidair 3 bulan kurungan,” ujar jaksa. 

Dalam tuntutannya, jaksa mengurai hal meringankan dari terdakwa yakni mengakui kesalahan dan menyesali perbuatannya. Sedangkan hal yang memberatkan karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. 

Sebelumnya, kasus ini ditangani Saber Pungli Jabar. Menurut dakwaan jaksa penuntut umum, peristiwa korupsi jenis suap ini bermula ‎saat Maman diminta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk meminta bantuan kepada para kepala sekolah penerima DAK 2019. 

Terkait hal ini Maman menemui 10 kepala SMP penerima DAK di SMPN 1 Pameungpeuk pada 3 Januari. Kepala SMPN 1 Nagreg tidak datang. ‎Mereka harus memenuhi permintaan uang total Rp 60 juta untuk mengurus salah satu sekolah bermasalah.

Dalam pertemuan itu, ‎disepakati para kepala sekolah yang hadir akan memberikan uang sekitar Rp 7,5 juta. Sehingga, uang terkumpul seluruhnya mencapai sekitar Rp 52,5 juta.

Setelah penyerahan uang dan diterima Maman Sudrajat, yang bersangkutan tertangkap tangan oleh tim dari Satgas Saber Pungli Jabar. Uang Rp 52,5 juta turut disita. 

Permintaan uang itu juga disertai paksaan jika tidak memberikan, para kepala sekolah itu tidak akan mendapat promosi jabatan dan akan dimutasi karena tidak loyal. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pengawasan Lebih Ketat pada Rute Luar Jabar, Gubernur Tinjau Kesiapan PT KAI Hadapi AKB Transportasi

Rab Jun 3 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil, meninjau kesiapan protokol kesehatan menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sektor transportasi di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Rabu (3/6/20). Ia menilai PT KAI siap memasuki AKB dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Protokol dari PT KAI sudah sangat […]