Ditjen PHU & IPMHUI Sinergi Peningkatan Kualitas Manasik Haji dan Umrah

Editor :
Kerja sama PHU dan IPMHUI./kemenag.go.id

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas manasik haji dan umrah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin sinergi dengan Ittihad Pembimbing Muthowif Haji dan Umrah Indonesia (IPMHUI).

Sinergi ini ditandai penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar dengan Ketua IPMHUI Ali Masykur Musa di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (29/9).

Hadir sebagai saksi, Direktur Bina Haji Khoirizi, Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Arsad Hidayat, serta jajaran pengurus IPMHUI.

Nizar mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah efektif dan implementatif guna meningkatkan kualitas pembimbing ibadah haji dan umrah. Dia berharap ke depan, lahir pembimbing ibadah yang profesional dan memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan Kemenag.

“Ini langkah efektif untuk meningkatkan kualitas pembimbing ibadah haji dan umrah yang profesional. Diharapkan, standar yang akan dirumuskan nantinya diakui secara nasional bahkan internasional,” ujar Nizar, seperti dilansir kemenag.go.id.

Menurut Nizar, MoU ini harus segera ditindaklanjuti, antara lain dengan merumuskan standar kompetensi pembimbing manasik haji dan umrah. Termasuk dalam cakupan MoU ini juga, rumusan standar materi, sarana prasarana, dan pembiayaan.

“Muthowif nantinya tidak hanya dipahami sebagai pendamping haji, tapi juga membimbing serta mendampingi rangkaian ibadah haji dan umrah di tanah suci,” jelasnya.

Ali Masykur Musa mengapresiasi kerja sama ini. Menurutnya, kerja
sama ini merupakan langkah awal dalam persiapan membina dan mendampingi tamu-tamu Allah.

“MoU Kemenag dan IPMHUI berdimensi ibadah ruhani yaitu memenuhi undangan Allah melalui ibadah haji,” terangnya.

MoU ini akan ditindaklanjuti dengan merumuskan bersama konsep peningkatan kapasitas pembimbing haji dan umrah.

“IPMHUI selalu siap untuk apa saja yang menyangkut perbaikan dalam peningkatan kapasitas pembimbing haji dan umrah, dalam planing, aktualisasi dan evaluasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Pedagang Kecil Bertahan di Tengah Pandemi

“MoU ini menjadi payung kegiatan dan pintu bagi stakeholder, ormas keagamaan, dan biro travel untuk bisa melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas,” pungkasnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wapres Harap Pesantren Jadi Pusat Inovasi

Rab Sep 30 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Wapres KH Ma’ruf Amin berharap pesantren menjadi markazul ishlah. Yaitu, pusat perubahan dan perbaikan, serta pusat inovasi. “Dulu pesantren sebagai pusat perlawanan melawan penjajah. Sekarang selain menyiapkan orang paham agama, pesantren juga menjadi pusat pengembangan, perubahan, perbaikan, dan inovasi, termasuk pusat pemberdayaan masyarakat,” terang Wapres saat mengikuti […]