Search
Close this search box.

Dominasi Tanpa Daya: Manchester United Kehilangan Arah Saat Menguasai Permainan

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Manchester United pulang dengan satu poin setelah Benjamin Sesko mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96. Gol tersebut lahir dari situasi mendesak, bukan dari dominasi yang mereka bangun sepanjang laga.

Sepanjang pertandingan, United menguasai bola hingga 65 persen. Namun dominasi itu tidak diiringi efektivitas. Mereka hanya mampu melepaskan sembilan tembakan dan berulang kali gagal menembus blok pertahanan rendah West Ham.

Masalah utama terlihat ketika United dipaksa mengontrol tempo permainan. Struktur menyerang yang dirancang berubah menjadi 3-2-5 tidak berjalan maksimal. Lebar permainan yang diandalkan dari sisi sayap tidak cukup membuka ruang, sementara pergerakan di antara lini sering terlambat atau tidak sinkron.

Lapangan yang basah juga memengaruhi akurasi. Dalam 15 menit pertama saja, beberapa peluang dari situasi crossing terbuang karena umpan terlalu deras.

Perubahan baru terasa setelah Carrick mengubah skema menjadi 3-5-2 pada menit ke-69 dengan memasukkan Joshua Zirkzee dan Benjamin Sesko. Kehadiran tambahan pemain di kotak penalti meningkatkan ancaman, yang akhirnya berbuah gol di penghujung laga.

Namun bahkan di masa injury time, United hampir kebobolan melalui dua serangan balik cepat West Ham. Situasi itu kembali menegaskan satu hal: United lebih rentan saat harus mendikte permainan dibanding ketika bermain reaktif.

Pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo, mengakui kualitas lawannya meski menahan imbang. Ia mengatakan, “Kami tidak bisa mengabaikan kualitas mereka. Mereka mampu membangun serangan dan menempatkan banyak pemain di area tengah.”

Data Premier League sejak Agustus 2024 memperkuat gambaran tersebut. Saat mencatat penguasaan bola 60 persen atau lebih, United hanya meraih empat kemenangan dari 15 pertandingan. Sebaliknya, ketika penguasaan bola berada di bawah 50 persen, mereka memenangi separuh dari 22 laga.

Baca Juga :  Disikat Dua Gol, Barba Bangkit! Persib Perkecil Ketertinggalan Jadi 2-1

Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan utama United masih berada pada pressing dan transisi cepat, bukan dalam mengontrol permainan secara penuh.

Michael Carrick mengakui timnya masih berproses untuk mencapai keseimbangan tersebut. Ia mengatakan, “Itu sesuatu yang akan kami capai nanti.”

Dengan persaingan empat besar yang semakin ketat, United tidak punya banyak waktu untuk memperbaiki inkonsistensi ini, terutama saat menghadapi tim yang memilih bertahan dan menunggu.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :