VISI.NEWS | BANDUNG – Ada dua teori yang menggunakann insiden kritikal yang dikembangkan oleh Herzberg
Teori ini mencakup faktor intrinsic dan faktor ekstriksic dari suatu pekerjaan
Faktor intrinsic pekerjaan diantaranya:
- Responsibility
Tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan kepada tenaga kerja
- Advancement
Kemajuan yang dilakukan oleh tenaga kerja terhadap pekerjaannya
- Achievement
Pencapaian prestasi yang dilakukan oleh tenaga kerja yang lebih tinggi
- Recognition
Pengakuan yang diberikan kepada seseorang untuk prestasi kerjannya.
Faktor ekstrinsik pekerjaan:
- Gaji
Gaji adalah bagian penting dari suatu pekerjaan, tanpa gaji mana mungkin anda dan orang lain mau mengerjakan apa yang diperintahkan oleh atasan. Gaji memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang karena dengan gaji mereka bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Bila gaji besar maka mereka akan bersemangat dalam bekerja, namun dengan imbalan gaj yang terlalu kecil yang tidak sebanding dengan pekerjaan yang dibebankan, mereka tentu tidak akan bersemangat dalam bekerja.
- Kebijakan perusahaan dan administrasi yang dijalankan
Kebijakan perusahaan maupun sitem administrasi yang baik akan menguntungkan karyawannya. Ketika perusahaan memiliki kebijakan yang kurang baik terhadap karyawan maka karyawan juga akan memiliki etos kerja yang rendah, mereka tidak akan semangat lagi dalam bekerja. Hal ini tentu akan merugikan perusahaan.
- Hubungan antar karyawan, karyawan dengan atasan
Dalam lingkup perusahaan, hubungan antar karyawan dengan karyawan maupun karyawan dengan atasan memang sangat penting. Suatu proses pekerjaan yang akan diselesaikan tidak akan cepat selesai bila tidak ada kerjasama yang baik dari masing-masing pihak. Sekalipun dalam perusahaan tersebut ada atasan yang sanat pandai dan bisa melakukan apa saja, tetap saja atasan tersebut membutuhkan bawahannya untuk memaksimlakan kerja.
- Kondisi lingkungan kerja
Suasana kerja yang menyenangkan, masing-masing individu bisa bekerja sama dengan baik maka perushaaan tersebut akan mudah berkembang. Namun saat ini masih banyak kondisi lingkungan kerja yang tidak mendukung proses kerja karyawannya sehingga perusahaan tidak bisa berkembang dengan baik.
Pola Motivation at Work
- Prestasi
Suatu dorongan untuk mencapai kesuksesan dan mengatasi semua rintangan untuk lebih berkembang. Prestasi yang baik membutuhkan dorongan yang kuat dari seseorang untuk meningkatkan sesuatu yang lebih baik. Prestasi akan mudah didapatkan bila seseorang memiliki motivasi yang tertanam dalam dirinya untuk menjadi lebih dari orang lain.
- Kompetensi
Suatu dorongan untuk pencapaian hasil pekerjaan yang maksimal agar bisa bersaing dengan lainnya. Dalam suatu kompetendi tentu ada yang kalah dan juga ada yang menang. Yang memang memiliki keyakinan kuat bahwa mereka bisa mengalahkan yang kalah. Yang kalah mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan yang memang. Kompetensi disertai dengan motivasi untuk menang, maka seseorang akan mudah mendapatkan apa yang diinginkan yaitu kemenangan.
- Kekuasaan
Dorongan yang bisa mempengaruhi orang yang ada disekitar seperti atasan kepada bawahannya. Dengan kekuasaan tersebut maka seseorang bisa melakukan apa saja yang diinginkan kepada bawahannya.
- Afiliasi
Dorongan yang berhubungan dengan beberapa orang yang lebih efektif.
Hambatan-hambatan Motivation at Work
- Tidak percaya diri
Motivasi akan gagal bila seseorang tidak percaya diri, merasa dirinya sangat lemah dan tidak bisa melakukan halyang lebih baik lagi. Ketidak percayaan pada diri sendiri akan mematikan motivasi kerja sejak awal.
Tidak percaya diri akan menghilangkan potensi yang cukup besar, ide atau gagasan besar yang akan dikemukakan. Tidak percaya diri adalah mindset negative dan sangat mempengaruhi pekerjaan seseorang. Percaya diri adalah kekuatan tertinggi jadi harus dipupuk dengan motivasi yang tepat.
Sekalipun seorang mendapatkan motivasi dari motivator terbaik, namun ketika dia tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup tentu saja mereka tidak mampu menghadapi masalah yang dialaminya. Ketidak percayaan diri tersebut sebenarnya bisa di atasi ketika seseorang menyadari bahwa dirinya sangat berarti bagi orang lain.
- Mindset negative
Mindset negative adalah penghambat utama keberhasilan. Mindset negative akan menimbulkan ketakutan tanpa ada fakta yang tepat tentang ketakutan tersebut. Mindset negative bisa dikalahkan dengan keyakinan dan percaya diri yang kuat. Seseorang yang memiliki mindset negatif adalah mereka yang tidak percaya dengan diri sendiri.
- Kecemasan
Cemas berawal dari mindset negative kemudian muncul ketakutan yang luar biasa. Cemas akan membuat gelisah dan menghilangkan mood kerja. Kecemasan akan menutup semua ide, harapan dan mimpi yang akan dicapai melalui kerja keras tersebut. Seorang yang cemas tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, mereka akan terus dihantui oleh rasa takut yang berlebihan.
- Tidak menghargai diri sendiri
Merasa diri tidak ada gunanya,ini akan menghancurkan motivation at work. Menganggap diri kurang penting menimbulkan seseorang tidak memiliki cita-cita. Seorang yang menghargai diri sendiri mereka akan merasa lebih berarti dan termotivasi untuk melakukan seseuatu yang lebih baik dari sekarang. Hargailah diri anda sehingga anda tetap termotivasi untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih baik dari sekarang.
- Perasaan tak memiliki masa depan
Seseorang yang tak memiliki masa depan tidak akan termotivasi kerjanya. Mereka menganggap masa depannya suram berarti mereka akan kehilangan semangat kerja. Mereka cenderung untuk pesimis dan hal ini akan menyebabkan kegagalan dan kekecewaan.
Semua orang pasti memiliki masa depan bahkan mereka yang tdiak bersekolah juga memiliki masa depan. Ketika anda menyadari bahwa masa depan itu harus anda perjuangkan maka hal inilah yang menjadi motivasi anda untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
@uli
Sumber: dvdpelatihansdm.com