Search
Close this search box.

Dukung Program Gertaman, Disdukcapil Panen Pupuk Organik Padat dan Cair

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung, Tata Irawan di sela-sela panen pupuk organik di lingkungan Kantor Disdukcapil, Soreang, Selasa (19/5/2026)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung telah membuktikan hasil dalam proses pembuatan pupuk kompos/organik padat dan pupuk kompos cair melalui pemanfaatan bahan baku sampah dan sisa makanan.

“Mulai hari ini, Disdukcapil panen perdana pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung, Tata Irawan di sela-sela panen pupuk organik di lingkungan Kantor Disdukcapil, Soreang, Selasa (19/5/2026).

Ditegaskan Tata Irawan, panen pupuk organik ini sebagai tindaklanjut dari kegiatan rutin korve setiap hari Selasa dan Jumat, sebagaimana instruksi Bupati Bandung Dadang Supriatna.

“Pupuk kompos atau pupuk organik padat yang hari ini kita panen berasal dari dedaunan kering yang jatuh di sekitar halaman kantor. Sedangkan kompos/organik cair berasal dari sisa makanan yang dibuang, kemudian dari masing-masing bahan baku itu diolah untuk dijadikan pupuk organik,” jelas Tata Irawan.

Pada saat dilaksanakan panen pupuk organik padat, katanya, terlihat hidup hewan cacing. Hal itu menandakan kesuburan dari hasil panen pupuk organik padat ini yang berasal dari dedaunan.

Untuk menghasilkan pupuk organik padat maupun pupuk organik cair, sebelumnya melewati proses uji coba dengan rentang waktu hingga beberapa bulan.

“Kita melakukan uji coba pembuatan pupuk organik/kompos padat dengan proses pengomposan sejak November 2025 lalu. Alhamdulillah, hasilnya sudah bisa terlihat,” katanya.

Lebih lanjut Tata Irawan mengatakan, panen pupuk organik cair berupa air lindi (leachate). Dari dua jenis pupuk organik padat dan cair ini bisa dimanfaatkan langsung untuk kesuburan tanaman pada program Gertaman atau gerakan tanami halaman sebagai mana yang dicanangkan Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Di sela-sela panen pupuk organik, para pegawai Disdukcapil pun melakukan pemilahan sampah organik untuk proses pembuatan pupuk kompos atau organik lanjutan. Ikhtiar Disdukcapil, sedang berusaha bahwa setiap sampah organik diolah menjadi pupuk organik.

Baca Juga :  Cavaliers Tundukkan Pistons 125-94, Pastikan Tiket Final Wilayah Timur

“Setelah dilakukan pemilahan sampah organik, kemudian dilakukan penambahan starter bakteri EM4+molase pada sampah dedaunan itu sebagai proses pengomposan untuk dijadikan pupuk organik padat,” jelasnya. @kos

Baca Berita Menarik Lainnya :