Search
Close this search box.

Rupiah Tembus Rp17.730 Jelang Keputusan BI Rate

Ilustrasi./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate. Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), rupiah dibuka melemah ke level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat, menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah mata uang nasional.

Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.695 per dolar AS, sementara indeks dolar Amerika Serikat terus menguat di pasar global.

Kondisi tersebut membuat keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia siang nanti menjadi perhatian utama pelaku pasar. Mayoritas analis kini memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen demi meredam tekanan terhadap rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan.

Berdasarkan polling CNBC Indonesia, sembilan dari 15 lembaga memperkirakan kenaikan suku bunga akan dilakukan. Jika benar terjadi, langkah itu akan menjadi kenaikan BI Rate pertama dalam dua tahun terakhir sejak April 2024.

Tekanan terhadap rupiah saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal seperti penguatan dolar AS, tetapi juga kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi domestik. Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan tekanan di pasar saham dan meningkatnya perhatian terhadap kondisi fiskal pemerintah.

Meski demikian, pemerintah mencoba memberikan sinyal positif terkait pengelolaan APBN. Kementerian Keuangan mencatat defisit anggaran hingga April 2026 berada di level Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap produk domestik bruto. Angka tersebut lebih rendah dibanding posisi Maret lalu.

“Kemarin waktu Maret 0,93%, sekarang kalau 0,64% bulan April. Kalau dikali empat setahun kira kira 1,8%, tapi kalau cara analis gak gitu. Ini belum nari nari,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi APBN Kita, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga :  Tiket VIP Konser The Weeknd Langsung Ludes saat Presale

Situasi ini menunjukkan pasar tengah menunggu arah kebijakan yang lebih tegas dari pemerintah dan bank sentral. Keputusan BI Rate nantinya dipandang bukan sekadar kebijakan moneter rutin, tetapi juga sinyal penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang semakin kuat. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :