Search
Close this search box.

Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun hingga 6,0-6,5 persen pada 2027

Distribusi makanan program MBG untuk masyarakat dan kelompok rentan /visi.news/SekretariatPresiden.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius dalam kerangka ekonomi makro dan pokok pokok kebijakan fiskal RAPBN 2027 dengan menurunkan tingkat kemiskinan nasional ke kisaran 6,0 persen sampai 6,5 persen. Target tersebut lebih rendah dibanding sasaran sebelumnya yang berada di rentang 6,5 persen hingga 7,5 persen.

Pernyataan itu disampaikan langsung Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Kehadiran Presiden untuk membacakan langsung KEM dan PPKF RAPBN 2027 menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya kepala negara menyampaikan pendahuluan RAPBN secara langsung di hadapan parlemen.

“Angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen ,” kata Presiden Prabowo.

Selain kemiskinan, pemerintah juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,30 persen sampai 4,87 persen pada 2027. Rasio gini atau tingkat ketimpangan pendapatan juga diupayakan membaik ke kisaran 0,362 hingga 0,367.

“Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” ujar Prabowo.

Target tersebut memperlihatkan fokus pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan hasil pembangunan. Pemerintah ingin memperkuat kualitas kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja formal, kesejahteraan petani, hingga kualitas sumber daya manusia.

Prabowo menyebut pemerintah akan mendorong peningkatan Indeks Modal Manusia menjadi 0,575 pada 2027. Selain itu, nilai tukar petani yang saat ini berada di level tertinggi juga diharapkan terus meningkat.

“Nilai tukar petani atau NTP yang sekarang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126 harus kita perjuangkan untuk bisa kita tingkatkan lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Lewat Program MBG, Asep Romy Dukung Peternak Bebek Lokal Naik Kelas

Di sisi fiskal, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen dengan inflasi tetap terjaga pada level 1,5 persen sampai 3,5 persen. Rupiah juga diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Meski target tersebut dinilai optimistis, tantangan ekonomi global dan tekanan pasar keuangan masih menjadi faktor yang akan menentukan keberhasilan pemerintah mencapai sasaran tersebut. Karena itu, pidato Prabowo di DPR juga dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :