HIGHLIGHTS
- Dampak ETF Bitcoin Spot ke Pasar Kripto Indonesia: Peluang atau Tantangan?
- ETF Bitcoin Disetujui, Berapa Potensi Harga Bitcoin Kini?
VISI.NEWS | BANDUNG – Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akhirnya telah menyetujui ETF (Exchange-Traded Fund) Bitcoin Spot pertama di AS. Namun dari pergerakan pasar, Bitcoin tampak belum terlalu mengalami kenaikan pasca keputusan SEC. Sebaliknya, altcoin seperti Ethereum melonjak tinggi. Apa yang sebenarnya terjadi?
Berkaitan dengan kabar tersebut, Tokocrypto menyajikan rangkuman berita di industri aset kripto dan ekosistemnya.
Untuk mengetahui lebih detail mengenai topik-topik tersebut, berikut news flash lengkapnya.
1. Dampak ETF Bitcoin Spot ke Pasar Kripto Indonesia: Peluang atau Tantangan?
Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) baru-baru ini telah menyetujui ETF
(Exchange-Traded Fund) Bitcoin Spot pertama. Keputusan ini, telah lama dinantikan oleh seluruh penggiat kripto global, karena menjadi sebuah langkah yang dianggap sebagai tonggak sejarah bagi pasar kripto.
Dengan disetujuinya ETF Bitcoin spot pertama di AS, bagaimana dampak dan pengaruhnya bagi pasar kripto di Indonesia? Keputusan SEC ini mendapat tanggapan positif dari banyak pemimpin industri, termasuk CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis.
Yudho menyampaikan disetujuinya ETF Bitcoin dapat memberikan dampak positif bagi Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan. Hal ini dapat meningkatkan permintaan dan harga Bitcoin di pasar spot.
“Kami menyambut baik dan positif persetujuan ETF Bitcoin Spot pertama di Amerika Serikat oleh SEC. Ini merupakan langkah penting dalam pengakuan regulasi terhadap kripto dan merupakan momentum positif bagi industri kripto secara keseluruhan,” jelasnya kepada VISI.NEWS, Kamis (11/1/2024).
Lebih lanjut, Yudho menekankan bagaimana ETF ini dapat membawa dampak positif yang signifikan, khususnya bagi investor. “ETF akan memberikan akses yang lebih mudah dan terjangkau bagi investor untuk berinvestasi, terutama Bitcoin. Hal ini dapat mendorong
peningkatan adopsi dan kepercayaan investor mendorong pertumbuhan industri kripto secara
signifikan.”
Yudho menyoroti potensi peningkatan likuiditas dan volume transaksi di pasar sebagai akibat langsung dari ETF ini. ia juga menambahkan bahwa persetujuan ETF Bitcoin oleh SEC dapat meningkatkan perhatian dari regulator di Indonesia terhadap aset kripto.
Dampak ETF Bitcoin ke Indonesia
Menurut Yudho, persetujuan ini bisa menjadi sinyal bagi regulator di Indonesia bahwa kripto semakin diadopsi oleh investor institusional dan masyarakat umum. “Kripto telah menjadi
instrumen investasi yang semakin matang dan terpercaya,” ungkapnya.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) ini berharap
keputusan terkait ETF akan mendorong regulator Indonesia untuk menyusun regulasi yang lebih komprehensif terhadap industri kripto, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan teratur bagi pelaku industri kripto di Tanah Air, sejalan beriringan mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Menutup pernyataannya, Yudho menggambarkan skenario optimis: “Bayangkan jika institusi keuangan tradisional besar di Indonesia diperbolehkan dan mengikuti langkah institusi di
Amerika Serikat setelah ETF disetujui. Misalnya, jika bank besar di Indonesia mengalokasikan 0,1% dari neracanya ke Bitcoin, maka likuiditas pasar kripto di Indonesia akan meningkat
secara signifikan. Bank-bank itu akan beli Bitcoin di pedagang aset kripto resmi di Indonesia, akan mendorong bisnis dan industri signifikan.”
Tanggapan Yudho menggambarkan harapan yang tinggi dan optimisme terhadap masa depan industri kripto, tidak hanya di global tetapi juga di Indonesia.
Dengan persetujuan ETF Bitcoin Spot, pintu telah terbuka lebar bagi inovasi lebih lanjut dan integrasi yang lebih dalam antara pasar keuangan tradisional dan dunia kripto, serta mendorong pengembangan produk dan
layanan terkait Bitcoin.
Saat ini, ASPAKRINDO masih menunggu peraturan pemerintah terkait peralihan dan pengawasan aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Asosiasi juga telah menyatakan dukungannya terhadap koordinasi antara lembaga, seperti Bank Indonesia (BI) dan Bappebti untuk mempersiapkan peralihan dengan membentuk Tim Transisi yang akan dikoordinasikan oleh OJK.
2. ETF Bitcoin Disetujui, Berapa Potensi Harga Bitcoin Kini?
ETF Bitcoin telah disetujui oleh SEC (Securities and Exchange Commission) di Amerika Serikat, yang merupakan langkah penting dalam dunia kripto dan diprediksi akan memengaruhi harga Bitcoin. Keputusan ini diharapkan akan meningkatkan permintaan dan harga Bitcoin, menarik
investor institusi dan retail ke pasar. Namun, bagaimana pasar Bitcoin merespons berita ini?
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan pasar saat ini merespons positif terhadap keputusan SEC yang menyetujui produk ETF Bitcoin. Namun, kegembiraan ini belum
menghasilkan lonjakan signifikan dalam harga Bitcoin, bahkan setelah pengumuman
persetujuan tersebut.
“Ini mengejutkan banyak pihak, karena biasanya persetujuan ETF akan memicu sentimen bullish yang kuat. Namun, pergerakan harga Bitcoin tetap relatif stabil, menunjukkan adanya dinamika pasar yang lebih kompleks,” kata Fyqieh.
Fyqieh menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kenaikan harga
Bitcoin yang kurang dramatis setelah pengumuman SEC. Salah satunya adalah kemungkinan bahwa euforia seputar ETF telah berkurang akibat banyaknya berita palsu dan hoaks yang beredar dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, penantian lama untuk persetujuan SEC
mungkin telah membuat beberapa pelaku pasar mengantisipasi keputusan ini dengan cara “buy
the rumor, sell the news.”
Namun, Fyqieh memperkirakan bahwa kenaikan harga Bitcoin mungkin akan terjadi ketika
perdagangan ETF dimulai, yang dijadwalkan pada Kamis (11/1/2024) di Amerika Serikat. “Ini diperkirakan akan menghasilkan arus masuk dana besar dari 11 manajemen aset yang telah mendapatkan persetujuan ETF. Arus masuk dana ini dapat mendorong investor retail untuk melakukan akumulasi Bitcoin.”
Sementara itu, Bitcoin kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran harga antara $45.000 hingga $48.000 karena menunggu tindakan dari 11 manajemen aset tersebut. Jika arus masuk dana terjadi, kemungkinan besar Bitcoin akan berhasil menembus level resistensi sebelumnya di $48.178 dan menuju level resistensi berikutnya di $50.500. “Saat ini, pasar altcoin, terutama Ethereum, tampak lebih menarik dibandingkan Bitcoin.
Ethereum telah mengalami kenaikan harga yang signifikan, mencapai level tertinggi $2.527 per unit segera setelah persetujuan ETF Bitcoin oleh SEC. Ini menunjukkan bahwa pasar kripto sangat dinamis dan selalu berubah,” jelasnya.
Selain ETF Bitcoin, ada juga ekspektasi yang tumbuh terhadap ETF Ethereum spot dalam waktu dekat.
Ini mencerminkan perubahan dalam sikap investor dan pasar yang semakin matang terhadap kripto. Transformasi ini juga menggarisbawahi hubungan penting antara keputusan regulasi dan respons pasar. Terlepas dari beberapa kegembiraan spekulatif yang
telah mereda di komunitas kripto, perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan dalam regulasi dan berita sekitarnya.
@nia