VISI.NEWS | BANDUNG – Everpro, platform end-to-end commerce yang terus berkembang pesat selama tiga tahun terakhir, telah menjadi rumah bagi lebih dari 25.000 pebisnis online di seluruh Indonesia. Melalui teknologi yang ditawarkannya, Everpro berkomitmen untuk meningkatkan profitabilitas dan efisiensi bagi para pebisnis online.
Sebagai bagian dari visinya untuk memberdayakan UMKM, Everpro mengadakan acara Conversation Summit yang merupakan hasil kolaborasi dengan Meta. Acara ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan WhatsApp sebagai alat penjualan yang mandiri dan efektif dalam mengarahkan lalu lintas pelanggan.
“Conversation Summit ini adalah hasil kolaborasi antara Meta dan Everpro untuk memaksimalkan WhatsApp sebagai alat penjualan alternatif yang mandiri untuk lalu lintas pelanggan,” ujar Azlan Indra S., Founder Everpro, dalam acara yang digelar di The House Convention Hall, Bandung, pada 28 Agustus 2024.
Tak hanya fokus pada peningkatan teknologi penjualan, Everpro juga berinovasi dalam memberikan solusi permodalan bagi UMKM yang mengalami kesulitan finansial. Pada acara tersebut, Everpro, melalui kolaborasinya dengan Evermos dan PNM, melakukan penandatanganan piagam kerja sama dalam bidang pembiayaan.
Acara ini juga menyoroti peluang besar yang dimiliki oleh pelaku bisnis di sektor social media commerce, di mana intensi daya beli pelanggan lebih tinggi dibandingkan dengan e-commerce tradisional. Hal ini membuka peluang bagi industri payment dan logistik untuk berkembang.
Azlan Indra juga menekankan pentingnya pengelolaan data pelanggan dalam meningkatkan customer lifetime value (CLV) bagi pelaku bisnis online. WhatsApp, dengan fungsionalitasnya sebagai basis data pelanggan, menjadi sangat vital dalam perjalanan pelanggan (customer journey) untuk meningkatkan penjualan. Berikut adalah tahapan penggunaan WhatsApp dalam customer journey:
1. Discovery: Menghubungkan bisnis dengan pelanggan melalui berbagai saluran pemasaran, baik organik maupun berbayar.
2. Pre-sales: Memaksimalkan closing rate dan meminimalkan risiko Return to Sender (RTS) dari penjualan masuk (inbound) dan keluar (outbound).
3. Purchases: Transaksi yang terjadi diproses secara efisien melalui WhatsApp.
4. Post-sales: Memantau transaksi untuk memastikan risiko RTS dapat terkendali.
5. Long-term engagement: Menggunakan segmentasi untuk mengidentifikasi segmen pelanggan yang tepat guna menjaga keterlibatan jangka panjang melalui fitur WhatsApp.
Namun, di balik berbagai keuntungan ini, terdapat tantangan yang dihadapi pelaku bisnis online, terutama dalam mengelola customer journey. Misalnya, bagaimana memposisikan WhatsApp sebagai representasi terpercaya dari sebuah merek, seperti dengan penggunaan WhatsApp Centang Hijau. Tantangan lain adalah meningkatkan closing rate dan mendapatkan Click-Through Rate (CTR) yang diinginkan, serta meminimalkan risiko RTS pada tahap pra-penjualan.
Untuk membantu UMKM mengatasi tantangan tersebut, Everpro meluncurkan fitur terbaru mereka, yaitu Everpro Chat. Fitur ini dirancang untuk membantu UMKM meningkatkan penjualan secara signifikan melalui WhatsApp. Everpro Chat menjadi solusi yang signifikan dalam menghadapi kendala-kendala yang dihadapi oleh UMKM Digital, seperti kesulitan mendapatkan data pelanggan dan memanfaatkannya untuk strategi pemasaran yang lebih efektif, seperti segmentasi dan WhatsApp Blast.
Dengan inovasi ini, Everpro terus memperkuat perannya sebagai platform yang tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis online tetapi juga memberdayakan UMKM di Indonesia untuk lebih kompetitif di era digital. @alfa