Forkopimcam Rancaekek Pantau Langsung Salurkan BLT-DD di Empat Desa

Kades Sukamulya Deni Sugandi (pakai batik paling kanan) sedang menyerahkan BLT kepada warga jompo yang terdampak Covid-19, Sabtu (30/5)./visi.news/budimantara
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) 4 desa di Kecamatan Rancaekek dipantau langsung jajaran Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) yang dipimpin Camat Rancaekek, Drs. Baban Banjar.

Keempat desa yang serentak mendapat pembagian BLT-DD pada Sabtu (30/5) tersebut, yaitu Desa Rancaekekkulon, Rancaekekwetan, sukamulya, dan Jelegong.

Dari kiri: Danramil 2401/Rancaekek Kapten Inf. Mamat Raidin, Kades Sukamulya Deni Sugandi,Camat Baban Banjar, Kapolsek Kompol. Imrom Rosyadi bersinergi memantau penyaluran BLT-DD di 4 desa di Rancaekek, Sabtu (30/5)./visi.news/budimantara.

Selain Camat, di antaranya hadir pula Danramil Koramil 2401/Rancaekek Kapten Inf. Mamat Raidin, Kapolsek Kompol. Imron Rosyadi, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bandung diwakili Teja Jatnika.

Camat Rancaekek Drs. Baban Banjar mengatakan, pihaknya bersinergi dengan berbagi unsur Forkopimcam demi kelancaran dan terutama
karena sekarang ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Dikhawatirkan terjadi kerumunan atau tanpa menghiraukan protokol kesehatan sehingga ditakutkan ada penyebaran virus corona,” kilah Baban.

Sementara Kapten Inf. Mamat Raidin, Danramil 2401/Rancaekek mengatakan, pihaknya tak henti-hantinya mengimbau semua warga agar tetap waspada menghadapi pandemi Covid-19.

“Bantuan sosial itu ‘kan untuk memutuskan penyebaran virus corona sehingga warga tidak banyak beraktivitas di luar kecuali untuk belanja kebutuhan pokok,” tegas Danramil, seraya menambahkan, saat keluar rumah tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara Kepala Desa Sukamulya, Deni Sugandi mengatakan, BLT-DD di desanya ini dibagikan kepada 165 KPM (keluarga penerimaa manfaat) dengan besaran Rp 600.000,- per bulan selama 3 bulan bagi warga terdampak Covid-19.

Menurut Deni, penerima BLT-DD diprioritaskan hingga 70% untuk warga jompo dan lansia yang belum mendapatkan bantuan dari program pemerintah lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan lainnya.

“Saya harap dengan bantuan BLT-DD ini dapat mengurangi biaya hidup di tengah Covid-19 bagi warga yang tidak mampu dan warga miskin baru,” kata Deni kepada VISI.NEWS di Kantor Desa Sukamulya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ukur Angka Reproduksi (Rt) Covid-19, Jabar Gunakan Pemodelan SimcovID

Ming Mei 31 , 2020
Jangan Lupa Bagikan VISI.NEWS – Ketua Divisi Perencanaan, Riset, dan Epidemiologi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar), Mohammad Taufiq Budi Santoso, mengatakan, pihaknya mengukur angka reproduksi efektif (Rt) dengan pemodelan SimcovID (Simulasi dan Pemodelan COVID-19 Indonesia). “Berdasarkan metode Kalman Filter yang merupakan perpanjangan dari metode Bayesian Sequential,” kata Taufiq, […]