VISI.NEWS | CILEUNYI – Forum Konstituen mengadakan acara dialog bertajuk “Harmoni Lingkungan Hidup, Pariwisata, dan Budaya” bersama calon Bupati Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna yang digelar di Booba Cafe, Cileunyi pada Sabtu (09/11/2024).
Acara ini bertujuan mengumpulkan pendapat dari diskusi yang akan disusun menjadi dokumen usulan program untuk lima tahun ke depan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua Forum Konstituen, Kang Umar Alam, Paser Kabupaten Bandung, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Bandung (HIPMAKAB), mahasiswa Elektro UIN Kabupaten Bandung, BADEGA BEDAS, para pegiat seni dan lingkungan hidup, serta para milenial dan Gen-Z. Diskusi ini dimoderatori oleh M. Zezen Z.M.
Dalam diskusi ini, masalah sampah menjadi salah satu fokus utama. Moderator M. Zezen Z.M. menyatakan perlunya ikhtiar besar untuk mengubah karakter dan kultur membuang sampah sejak dini.
“Kita akan diskusi dalam mengenai sampah yang terus muncul kita harus ada ikhtiar besar karakter kultur kebiasaan membuang sampah dari hal-hal kecil,” ujar Zezen.
Ia juga menanyakan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam tiga setengah tahun terakhir terkait pengelolaan lingkungan, termasuk masalah sampah.
Dadang Supriatna menjelaskan peningkatan dalam pengelolaan lingkungan hidup selama tiga tahun terakhir, yang diukur menggunakan tiga indikator: Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Menurut Dadang, indeks-indeks ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2021, realisasi IKLH mencapai 52 poin, meningkat menjadi 54,78 poin pada tahun 2022, dan 56 poin pada tahun 2023.
“Dalam tiga tahun ini, IKLH kita meningkat dari 52 poin pada 2021 menjadi 56 poin pada 2023. Ini menunjukkan bahwa upaya kita dalam pengelolaan lingkungan hidup sudah mulai membuahkan hasil,” kata Dadang Supriatna.
Meskipun ada kontribusi besar dari IKU, IKA masih rendah dan membutuhkan perhatian lebih, terutama untuk lahan seluas 77 ribu hektar yang harus dikelola dengan baik. Dalam hal pengelolaan sampah, Dadang mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung telah melakukan berbagai inovasi, seperti Gerakan Lubang Cerdas Organik (LCO), pengelolaan sampah di tingkat RW dengan program Pemilah Pemilih Sampah, dan pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar.
“Kami pemerintah daerah ada inovasi 4 hal yaitu, Gerakan LCO (Lubang Cerdas Organik), pengelolaan di Tingkat RW (Pemilah Pemilih Sampah), dan penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar,” jelas Dadang.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkenalkan mesin MDF untuk mengelola 1208 ton sampah per hari.
Dadang juga menekankan pentingnya memperbaiki akhlak dan kebiasaan masyarakat dalam hal membuang sampah. Ia mengapresiasi Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan dalam upaya mengedukasi masyarakat tentang lingkungan sejak dini.
“Saya usulkan edukasi lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi,” usulnya.
Dadang juga menekankan bahwa pendidikan karakter wajib dilakukan di Kabupaten Bandung, dengan kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan seni untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berbudaya.
“Pendidikan karakter wajib dilakukan di Kabupaten Bandung. Kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan seni sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berbudaya,” pungkasnya. @mpa