Search
Close this search box.

Gedung Putih Bantah Kebocoran Data Grup Signal Pejabat AS

Gedung Capitol./visi.news/istock.

Bagikan :

VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) tengah diguncang skandal keamanan setelah data dari grup obrolan Signal yang berisi pejabat tinggi pemerintahan Donald Trump dilaporkan bocor. Kebocoran ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait keamanan komunikasi dalam lingkungan intelijen dan pemerintahan.

Berdasarkan laporan yang beredar, grup Signal tersebut digunakan oleh pejabat keamanan nasional AS untuk berdiskusi mengenai operasi militer, termasuk rencana serangan ke Yaman. Namun, informasi dalam grup itu ternyata dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Majalah The Atlantic mengungkap bahwa seorang editor mereka secara tidak sengaja dimasukkan ke dalam grup tersebut, yang memberinya akses ke percakapan rahasia tentang serangan terhadap pemberontak Houthi di Yaman.

Dalam sidang Kongres, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard bersama pejabat intelijen lainnya membela penggunaan aplikasi Signal dalam komunikasi mereka. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa tidak ada informasi sensitif yang dibagikan dalam percakapan tersebut.

Namun, dua sumber membantah klaim tersebut. Seorang pejabat pertahanan AS dan sumber lain yang mendapat pengarahan setelahnya mengungkapkan bahwa informasi yang dibahas dalam grup itu sangatlah rahasia, terutama karena operasi militer tersebut bahkan belum dilakukan saat itu.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut insiden ini sebagai kesalahan besar. Ia menegaskan bahwa seseorang telah keliru menambahkan seorang jurnalis ke dalam grup yang seharusnya bersifat rahasia. Rubio juga memprediksi bahwa akan ada reformasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Di sisi lain, Gedung Putih menyebut laporan ini sebagai ‘berita palsu.’ Sementara itu, beberapa pejabat intelijen mengakui bahwa penggunaan aplikasi pihak ketiga seperti Signal untuk komunikasi resmi memang memiliki risiko keamanan.

Baca Juga :  PHK Tak Lagi Bikin Jatuh, Negara Siapkan Jaring Pengaman

Saat ini, penyelidikan internal sedang berlangsung untuk mengungkap sejauh mana kebocoran ini memengaruhi keamanan nasional AS. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :