VISI.NEWS | BANDUNG – Daftar harga bahan pokok di tingkat nasional mengalami kenaikan untuk beberapa bahan hari ini, Rabu (6/11/2024).
Berdasarkan data yang dihimpun VISI.NEWS dari panel harga Badan Pangan Nasional, harga cabai merah keriting per kilogram hari ini mengalami kenaikan Rp 6.380 atau 18,34 persen dibandingkan kemarin, yakni dari Rp 28.410 menjadi Rp 34.790. Maluku menyumbang kenaikan tertinggi, di mana harga cabai merah keriting hari ini dipatok Rp 61.020 per kilogram.
Harga hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp 4.610 atau 13,25 persen dibandingkan harga tertinggi minggu lalu, yakni sebesar Rp 30.180. Kemudian jika dibandingkan bulan lalu, harga cabai merah keriting hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp 3.180 atau 9,14 persen dibanding harga tertinggi bulan lalu, yakni sebesar Rp 31.610.
Harga cabai rawit merah per kilogram juga mengalami kenaikan sebesar Rp 4.850 atau 10,97 persen dibandingkan kemarin, yakni dari Rp 39.350 menjadi Rp 44.200.
Kenaikan tertinggi terjadi di Papua Pegunungan, dengan banderol harga total Rp 100.000 per kilogram. Harga hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp 1.520 atau 3,44 persen dibandingkan harga tertinggi minggu lalu, yakni sebesar Rp 42.680.
Kemudian jika dibandingkan bulan lalu, harga cabai rawit merah hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 2.140 atau 4,84 persen dibanding harga tertinggi bulan lalu, yakni sebesar Rp 46.340.
Daftar kenaikan harga pangan pokok Berikut harga pangan yang mengalami kenaikan dalam satu hari terakhir:
– Kenaikan harga dari Rp 36.910 menjadi Rp 41.220 per kilogram terjadi pada ikan kembung.
– Kenaikan harga dari Rp 36.180 menjadi Rp 40.330 per kilogram terjadi pada daging ayam ras.
– Harga ikan tongkol naik menjadi Rp 35.060 per kilogram dari sebelumnya Rp 31.040.
– Harga ikan bandeng naik dari Rp 33.060 menjadi Rp 36.550 per kilogram.
– Harga telur ayam ras naik menjadi Rp 31.590 per kilogram dari sebelumnya Rp 28.460.
– Kenaikan harga dari Rp 40.180 menjadi Rp 42.790 per kilogram terjadi pada bawang putih bonggol.
– Harga bawang merah naik dari Rp 33.280 menjadi Rp 35.710 per kilogram.
– Kenaikan harga dari Rp 5.970 menjadi Rp 7.410 per kilogram terjadi pada jagung tk peternak.
– Harga beras premium naik menjadi Rp 16.270 per kilogram dari sebelumnya Rp 15.430.
– Harga tepung terigu kemasan (non-curah) naik menjadi Rp 13.840 per kilogram dari sebelumnya Rp 13.100.
– Harga minyak goreng kemasan sederhana naik menjadi Rp 18.830 per liter dari sebelumnya Rp 18.230.
– Harga beras medium naik menjadi Rp 14.090 per kilogram dari sebelumnya Rp 13.490.
– Harga garam halus beryodium naik dari Rp 11.530 menjadi Rp 12.120 per kilogram.
– Harga tepung terigu (curah) naik dari Rp 10.120 menjadi Rp 10.690 per kilogram.
– Kenaikan harga dari Rp 17.940 menjadi Rp 18.490 per kilogram terjadi pada gula konsumsi.
– Harga kedelai biji kering (impor) naik menjadi Rp 11.080 per kilogram dari sebelumnya Rp 10.610.
Daftar penurunan harga pangan pokok Sementara itu, bahan pangan lainnya mengalami penurunan:
Sementara itu, bahan pangan lainnya mengalami penurunan. Harga daging sapi murni per kilogram mengalami penurunan paling tajam, yakni 0,58 persen atau turun Rp 780 dibanding kemarin, yakni dari Rp 134.650 menjadi Rp 133.870. Penurunan tertinggi terjadi di Maluku, dengan banderol harga total Rp 107.720 per kilogram.
Harga hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 1.270 atau 0,95 persen dibandingkan harga tertinggi minggu lalu, yakni sebesar Rp 135.140. Kemudian jika dibandingkan bulan lalu, harga daging sapi murni hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 1.270 atau 0,95 persen dibanding harga tertinggi bulan lalu, yakni sebesar Rp 135.140.
Berikut harga pangan yang mengalami penurunan dalam satu hari terakhir:
– Penurunan harga dari Rp 16.700 menjadi Rp 16.280 per liter terjadi pada minyak goreng curah. @desi