VISI.NEWS | JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan komitmen DPR untuk terus memperjuangkan nasib guru dan mendorong sistem pendidikan nasional yang berkarakter serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X bersama Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) dan Ikatan Pendidikan Nusantara (IPN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam forum tersebut, PB PGRI menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi guru, mulai dari ketidakadilan dalam rekrutmen ASN PPPK, pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dinilai belum optimal, hingga beban administratif yang memberatkan. Sementara IPN menekankan pentingnya pendidikan karakter, penguatan nilai kebangsaan, dan regulasi bagi lembaga pendidikan berbasis masyarakat.
“Masukan dari PGRI dan IPN sangat berharga. Komisi X berkomitmen untuk mengawalnya dalam proses legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Guru harus mendapat afirmasi yang layak, dan pendidikan kita harus kembali pada semangat gotong royong dan karakter kebangsaan,” kata Hetifah.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap revisi kebijakan yang belum berpihak kepada guru honorer dan mendorong penguatan kurikulum yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, Hetifah mengajak sekolah, keluarga, dan komunitas untuk membangun kolaborasi yang lebih erat demi terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik.
Hetifah menambahkan, RDPU ini merupakan bentuk komitmen Komisi X DPR untuk selalu membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan pendidikan, agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. @givary