VISI.NEWS | JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana untuk melakukan merger 7 BUMN Karya menjadi 3 BUMN. Terkait dengan hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PDIP, Ida Nurlaela Wiradinata berharap BPI Danantara bisa mendorong penyelesaian restrukturisasi dan penyehatan fundamental setiap perusahaan sebelum digabung.
Ida menegaskan, bahwa merger tidak otomatis menyelesaikan persoalan, apabila masalah yang ada di internal masing-masing perusahaan belum dibenahi.
“Penyehatan keuangan harus dilakukan lebih dahulu sebelum penggabungan,” kata Ida melalui keterangan yang diterima, Selasa (12/5/2026).
Ia mengungkapkan, secara konsep, merger ini memang memberikan peluang kepada BUMN Karya yang ada untuk mengoptimalkan kinerjanya.
“Selama ini, sejumlah BUMN Karya memiliki bidang usaha serupa, sehingga terjadi persaingan internal yang justru kurang sehat dan tidak efisien. Digabung harusnya kan ada spesialisasi bisnis, lebih efisien, modal juga lebih kuat,” ungkapnya.
Ida menekankan bahwa masalah utama yang harus dibenahi dari BUMN Karya adalah terkait utang, yang diakibatkan banyaknya pembangunan proyek infrastruktur beberapa tahun terakhir, terutama proyek penugasan pemerintah. Selain itu, tentu profesionalisme SDM, BUMN kita harus dikelola orang-orang yang tepat dibidangnya.Berita Indonesia terkini
“Konsolidasi ini harus memperkuat kapasitas perusahaan dalam menangani proyek strategis nasional dan daya saing global,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan merger BUMN Karya rampung di tahun ini, meski waktunya molor dari sebelumnya.
Direktur Operasional Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan target merger yang sebelumnya selesai pada Juni, kemungkinan mundur ke bulan berikutnya.
“Kemungkinan besar (merger BUMN karya) itu mundur setelah saya lihat timeline-nya. Tapi, yang pasti tahun ini selesai,” ujar Dony di Jakarta, Selasa 28 April 2026.
Ia menyebutkan merger BUMN sektor karya selesai pada semester II 2026, setelah seluruh perusahaan berada dalam kondisi sehat secara fundamental.
“Kita harapkan tahun ini selesai, jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester kedua,” tutupnya.