Search
Close this search box.

Iran Kecam Draf Resolusi AS soal Selat Hormuz di DK PBB

Selat Hormuz./visi.news/asei.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pemerintah Iran mengecam keras upaya Amerika Serikat mendorong draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait Selat Hormuz. Teheran menilai langkah Washington sebagai upaya memutarbalikkan fakta dan melindungi pihak yang disebut sebagai agresor.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum, Kazem Gharibabadi, menyebut Amerika Serikat bersama sejumlah sekutu regionalnya kembali mencoba mengubah sudut pandang atas persoalan yang terjadi di kawasan.

Menurut Gharibabadi, draf resolusi tersebut berusaha mengalihkan konsekuensi agresi militer dan pengepungan ilegal menjadi tuduhan terhadap Iran. Padahal, menurutnya, Iran justru menjadi pihak yang menghadapi ancaman, tekanan, dan serangan langsung.

“Kebebasan navigasi adalah prinsip hukum yang dihormati, tetapi tidak dapat ditafsirkan secara selektif, politis, dan terlepas dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Gharibabadi dalam pernyataan via media sosial X pada Senin (11/5/2026) malam.

Dalam konteks geopolitik, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang kerap menjadi titik sensitif dalam hubungan Iran, Amerika Serikat, dan negara negara Teluk. Karena itu, setiap dorongan resolusi terkait keamanan maritim di kawasan tersebut berpotensi memperbesar ketegangan apabila tidak diterima sebagai langkah netral.

Gharibabadi menegaskan bahwa setiap inisiatif keamanan maritim tidak bisa mengabaikan penggunaan kekerasan, blokade laut, ancaman berkelanjutan, serta peran Amerika Serikat dan Israel dalam menciptakan krisis.

“Pendekatan seperti itu tidak berkontribusi pada de-eskalasi, keamanan maritim, maupun kredibilitas mekanisme multilateral,” ucapnya memperingatkan.

Iran juga menilai teks resolusi yang tidak menyebut agresi, pengepungan, ancaman kekerasan, serta hak Iran mempertahankan keamanan nasionalnya akan bersifat bias dan politis.

Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat melakukan pembicaraan tertutup dengan sejumlah negara Teluk untuk mempromosikan draf resolusi tersebut. Dalam usulan itu, Washington menuntut Iran menghentikan apa yang disebut sebagai serangan di Selat Hormuz, disertai ancaman sanksi baru hingga kemungkinan otorisasi penggunaan kekuatan jika Teheran menolak mematuhi. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :